Wednesday, 26 June 2013

Makan Ini Bikin Fungsi Otak Meningkat

FUNGSI otak tak akan bisa optimal lagi bila Anda sudah tua nanti. Namun tak usah cemas, sebab makanan berikut dapat menjaga dan meningkatkan fungsi otak Anda. Apa saja? Fungsi otak amat vital bagi kehidupan seseorang, entah dari hal remeh untuk memahami makna kata dan simbol saat bersosialisasi sampai menyelesaikan tugas harian sebagai pekerja atau pelajar. Namun, bertambahnya umur, khususnya saat tua akan membuat fungsi otak seseorang perlahan menurun. Pasalnya, sistem pada saraf otak pada akhirnya memiliki batas. Namun, tak usah cemas bila yang Anda takuti itu akan mengganggu performa harian Anda. Sebab, ada makanan yang bila Anda konsumsi dan terbukti meningkatkan fungsi dan kesehatan otak, beserta sistem sarafnya. Mau tahu? Berikut ulasannya, seperti dilansir Healthmeup.
Bayam
Bayam ialah sayuran magis, sebab memiliki manfaat kesehatan yang tak terhitung banyaknya. Tak peduli penyakit atau gangguan kesehatan, bayam merupakan rumah segala kekayaan nutrisi. Selain itu, antioksidan yang hadir dalam bayam dapat membantu memperlambat penuaan sistem otak dan saraf, sehingga meningkatkan fungsi kognitif Anda. Kognisi di sini terkait kemampuan dari Anda berkonsentrasi, mengambil keputusan, kemampuan memecahkan masalah, penalaran, dan mempelajari masalah. Sayuran berdaun hijau gelap Homocysteines ialah zat kimia yang bertanggung jawab atas terjadinya demensia, penyakit Alzheimer, dan menghancurkan dinding arteri bila jumlahnya sangat banyak. Tapi dengan Anda sering mengonsumsi sayuran gelap, kandungan asam folat, vitamin B dan B6 selalu akan memecah homocysteines.
Makan-makanan gandum
Aneka makanan gandum dan beras merah mengandung vitamin B6 yang dapat memecah homocysteines yang bertanggung jawab atas kemunduran fungsi otak. Selain itu, aneka makanan gandum juga mengandung magnesium yang bisa membantu Anda meningkatkan fungsi kognitif.
Kakao pada cokelat
Kandungan kakao dalam cokelat merupakan antioksidan yang kuat untuk mencegah otak terkena stres oksidatif. Di mana stres oksidatif selalu dikaitkan peneliti sebagai pemicu terjadinya penyakit Parkinson, aterosklerosis, gagal jantung, penyakit Alzheimer, dan sindrom kelelahan kronis pada seseorang. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti almond dan kenari, atau mede memiliki kandungan yang penting untuk menjaga pembuluh darah Anda. Selain itu, asam lemak Omega-3 yang hadir dalam biji kenari juga meningkatkan fungsi otak.
Bawang putih
Bawang putih dapat mencegah penuaan sistem saraf otak dan meningkatkan sistem kardiovaskular dalam tubuh. Tentu ini sangat baik untuk performa untuk keseharian Anda. Selain itu, bawang putih juga mengandung antioksidan yang ampuh melawan infeksi dalam tubuh.

Tuesday, 25 June 2013

Waspada dengan Obesitas

Abdominal obesity atau perut buncit sangat riskan bagi pria maupun wanita karena menimbulkan masalah kesehatan seperti jantung, stroke, hipertensi, dan mash banyak lagi. Selain mengukur dengan timbangan, sekilas bagaimana cara mengenali kondisi yang disebut abdominal obesity ini? Berikut rinciannya seperti dikutip FemaleFirst, Rabu (24/4/2013): Anda bisa mengalami perut buncit bahkan jika BMI normal Lingkar pinggang bisa menunjukkan apakah Anda terlalu gemuk di rongga perut dan organ vital seperti jantung, hati, dan otot. Jangan hanya mengandalkan timbangan. Lihatlah tubuh di cermin dan perhatikanlah jika Anda kelebihan berat di sekitar Anda Ukur pinggang dengan pita pengukur. Jika lebih besar dari tingkat yang direkomendasikan (94 cm untuk pria dan 80 cm untuk wanita), Anda harus menguranginya Anda lebih berisiko jika bentuk Anda seperti apel dibanding bentuk pir. Cara mengukurnya temukan titik tengah di antara bagian bawah tulang rusuk dan tulang pinggul. Lingkarkan pita ukuran di sekelilingnya agar ukuran pinggang akurat. Jika hasilnya menunjukkan lingkar pinggang Anda berlebihan lakukan beberapa langkah untuk mengurangi lemak di sekitar perut: Ubah gaya hidup yang sedenter atau statis/ jarang bergerak menjadi penuh aktivitas. Ubah kebiasaan makan yang tadinya kaya lemak dan gula dengan rendah lemak dan minim gula. Sulit mengubah pola makan dalam semalam. Potonglah kalori dalam minuman Anda dengan beralih ke air putih Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari sebagai cara untuk mengurangi risiko diabetes 2 dan penyakit jantung.