Tuesday, 31 December 2013
Terompet Yahudi
Sunday, 1 December 2013
4 Kejahatan Orang Tua Terhadap Anaknya
Rasulullah saw. sangat penyayang terhadap anak-anak, baik terhadap keturunan beliau sendiri ataupun anak orang lain. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. mencium Hasan bin Ali dan didekatnya ada Al-Aqra’ bin Hayis At-Tamimi sedang duduk. Ia kemudian berkata, “Aku memiliki sepuluh orang anak dan tidak pernah aku mencium seorang pun dari mereka.” Rasulullah saw. segera memandang kepadanya dan berkata, “Man laa yarham laa yurham, barangsiapa yang tidak mengasihi, maka ia tidak akan dikasihi.” (HR. Bukhari di Kitab Adab, hadits nomor 5538). Bahkan dalam shalat pun Rasulullah saw. tidak melarang anak-anak dekat dengan beliau. Hal ini kita dapat dari cerita Abi Qatadah, “Suatu ketika Rasulullah saw. mendatangi kami bersama Umamah binti Abil Ash –anak Zainab, putri Rasulullah saw.—Beliau meletakkannya di atas bahunya. Beliau kemudian shalat dan ketika rukuk, Beliau meletakkannya dan saat bangkit dari sujud, Beliau mengangkat kembali.” (HR. Muslim dalam Kitab Masajid wa Mawadhi’ush Shalah, hadits nomor 840). Peristiwa itu bukan kejadian satu-satunya yang terekam dalam sejarah. Abdullah bin Syaddad juga meriwayatkan dari ayahnya bahwa, “Ketika waktu datang shalat Isya, Rasulullah saw. datang sambil membawa Hasan dan Husain. Beliau kemudian maju (sebagai imam) dan meletakkan cucunya. Beliau kemudian takbir untuk shalat. Ketika sujud, Beliau pun memanjangkan sujudnya. Ayahku berkata, ‘Saya kemudian mengangkat kepalaku dan melihat anak kecil itu berada di atas punggung Rasulullah saw. yang sedang bersujud. Saya kemudian sujud kembali.’ Setelah selesai shalat, orang-orang pun berkata, ‘Wahai Rasulullah, saat sedang sujud di antara dua sujudmu tadi, engkau melakukannya sangat lama, sehingga kami mengira telah terjadi sebuha peristiwa besar, atau telah turun wahyu kepadamu.’ Beliau kemudian berkata, ‘Semua yang engkau katakan itu tidak terjadi, tapi cucuku sedang bersenang-senang denganku, dan aku tidak suka menghentikannya sampai dia menyelesaikan keinginannya.” (HR. An-Nasai dalam Kitab At-Thathbiq, hadits nomor 1129). Usamah bin Zaid ketika masih kecil punya kenangan manis dalam pangkuan Rasulullah saw. “Rasulullah saw. pernah mengambil dan mendudukkanku di atas pahanya, dan meletakkan Hasan di atas pahanya yang lain, kemudian memeluk kami berdua, dan berkata, ‘Ya Allah, kasihanilah keduanya, karena sesungguhnya aku mengasihi keduanya.’” (HR. Bukhari dalam Kitab Adab, hadits nomor 5544). Begitulah Rasulullah saw. bersikap kepada anak-anak. Secara halus Beliau mengajarkan kepada kita untuk memperhatikan anak-anaknya. Beliau juga mencontohkan dalam praktik bagaimana bersikap kepada anak dengan penuh cinta, kasih, dan kelemahlembutan. Karena itu, setiap sikap yang bertolak belakang dengan apa-apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw., adalah bentuk kejahatan kepada anak-anak. Setidak ada ada empat jenis kejahatan yang kerap dilakukan orang tua terhadap anaknya. Kejahatan pertama: memaki dan menghina anak Bagaimana orang tua dikatakan menghina anak-anaknya? Yaitu ketika seorang ayah menilai kekurangan anaknya dan memaparkan setiap kebodohannya. Lebih jahat lagi jika itu dilakukan di hadapan teman-teman si anak. Termasuk dalam kategori ini adalah memberi nama kepada si anak dengan nama yang buruk. Seorang lelaki penah mendatangi Umar bin Khattab seraya mengadukan kedurhakaan anaknya. Umar kemudian memanggil putra orang tua itu dan menghardiknya atas kedurhakaannya. Tidak lama kemudan anak itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah sang anak memiliki hak atas orang tuanya?” “Betul,” jawab Umar. “Apakah hak sang anak?” “Memilih calon ibu yang baik untuknya, memberinya nama yang baik, dan mengajarkannya Al-Qur’an,” jawab Umar. “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ayahku tidak melakukan satu pun dari apa yang engkau sebutkan. Adapun ibuku, ia adalah wanita berkulit hitam bekas hamba sahaya orang majusi; ia menamakanku Ju’lan (kumbang), dan tidak mengajariku satu huruf pun dari Al-Qur’an,” kata anak itu. Umar segera memandang orang tua itu dan berkata kepadanya, “Engkau datang untuk mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah durhaka kepadanya sebelum ia mendurhakaimu. Engkau telah berbuat buruk kepadanya sebelum ia berbuat buruk kepadamu.” Rasulullah saw. sangat menekankan agar kita memberi nama yang baik kepada anak-anak kita. Abu Darda’ meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaikilah nama kalian.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab Adab, hadits nomor 4297). Karena itu Rasulullah saw. kerap mengganti nama seseorang yang bermakna jelek dengan nama baru yang baik. Atau, mengganti julukan-julukan yang buruk kepada seseorang dengan julukan yang baik dan bermakna positif. Misalnya, Harb (perang) menjadi Husain, Huznan (yang sedih) menjadi Sahlun (mudah), Bani Maghwiyah (yang tergelincir) menjadi Bani Rusyd (yang diberi petunjuk). Rasulullah saw. memanggil Aisyah dengan nama kecil Aisy untuk memberi kesan lembut dan sayang. Jadi, adalah sebuah bentuk kejahatan bila kita memberi dan memanggil anak kita dengan sebutan yang buruk lagi dan bermakna menghinakan dirinya. Kejahatan kedua: melebihkan seorang anak dari yang lain Memberi lebih kepada anak kesayangan dan mengabaikan anak yang lain adalah bentuk kejahatan orang tua kepada anaknya. Sikap ini adalah salah satu faktor pemicu putusnya hubungan silaturrahmi anak kepada orang tuanya dan pangkal dari permusuhan antar saudara. Nu’man bin Basyir bercerita, “Ayahku menginfakkan sebagian hartanya untukku. Ibuku –’Amrah binti Rawahah—kemudian berkata, ‘Saya tidak suka engkau melakukan hal itu sehinggi menemui Rasulullah.’ Ayahku kemudian berangkat menemui Rasulullah saw. sebagai saksi atas sedekah yang diberikan kepadaku. Rasulullah saw. berkata kepadanya, ‘Apakah engkau melakukan hal ini kepada seluruh anak-anakmu?’ Ia berkata, ‘Tidak.’ Rasulullah saw. berkata, ‘Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah kepada anak-anakmu.’ Ayahku kemudian kembali dan menarik lagi sedekah itu.” (HR. Muslim dalam Kitab Al-Hibaat, hadits nomor 3055). Dan puncak kezaliman kepada anak adalah ketika orang tua tidak bisa memunculkan rasa cinta dan sayangnya kepada anak perempuan yang kurang cantik, kurang pandai, atau cacat salah satu anggota tubuhnya. Padahal, tidak cantik dan cacat bukanlah kemauan si anak. Apalagi tidak pintar pun itu bukanlah dosa dan kejahatan. Justru setiap keterbatasan anak adalah pemacu bagi orang tua untuk lebih mencintainya dan membantunya. Rasulullah saw. bersabda, “Rahimallahu waalidan a’aana waladahu ‘ala birrihi, semoga Allah mengasihi orang tua yang membantu anaknya di atas kebaikan.” (HR. Ibnu Hibban) Kejahatan ketiga: mendoakan keburukan bagi si anak Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tsalatsatu da’awaatin mustajaabaatun: da’watu al-muzhluumi, da’watu al-musaafiri, da’watu waalidin ‘ala walidihi; Ada tiga doa yang dikabulkan: doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa (keburukan) orang tua atas anaknya.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Birr wash Shilah, hadits nomor 1828) Entah apa alasan yang membuat seseorang begitu membenci anaknya. Saking bencinya, seorang ibu bisa sepanjang hari lidahnya tidak kering mendoakan agar anaknya celaka, melaknat dan memaki anaknya. Sungguh, ibu itu adalah wanita yang paling bodoh. Setiap doanya yang buruk, setiap ucapan laknat yang meluncur dari lidahnya, dan setiap makian yang diucapkannya bisa terkabul lalu menjadi bentuk hukuman bagi dirinya atas semua amal lisannya yang tak terkendali. Coba simak kisah ini. Seseorang pernah mengadukan putranya kepada Abdullah bin Mubarak. Abdullah bertanya kepada orang itu, “Apakah engkau pernah berdoa (yang buruk) atasnya.” Orang itu menjawab, “Ya.” Abdullah bin Mubarak berkata, “Engkau telah merusaknya.” Na’udzubillah! Semoga kita tidak melakukan kesalahan seperti yang dilakukan orang itu. Bayangkan, doa buruk bagi anak adalah bentuk kejahatan yang akan menambah rusak si anak yang sebelumnya sudah durhaka kepada orang tuanya. Kejahatan keempat: tidak memberi pendidikan kepada anak Ada syair Arab yang berbunyi, “Anak yatim itu bukanlah anak yang telah ditinggal orang tuanya dan meninggalkan anak-anaknya dalam keadaan hina. Sesungguhnya anak yatim itu adalah yang tidak dapat dekat dengan ibunya yang selalu menghindar darinya, atau ayah yang selalu sibuk dan tidak ada waktu bagi anaknya.” Perhatian. Itulah kata kuncinya. Dan bentuk perhatian yang tertinggi orang tua kepada anaknya adalah memberikan pendidikan yang baik. Tidak memberikan pendidikan yang baik dan maksimal adalah bentuk kejahatan orang tua terhadap anak. Dan segala kejahatan pasti berbuah ancaman yang buruk bagi pelakunya. Perintah untuk mendidik anak adalah bentuk realisasi iman. Perintah ini diberikan secara umum kepada kepala rumah tangga tanpa memperhatikan latar belakang pendidikan dan kelas sosial. Setiap ayah wajib memberikan pendidikan kepada anaknya tentang agamanya dan memberi keterampilan untuk bisa mandiri dalam menjalani hidupnya kelak. Jadi, berilah pendidikan yang bisa mengantarkan si anak hidup bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Perintah ini diberikan Allah swt. dalam bentuk umum. “Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6) Adalah sebuah bentuk kejahatan terhadap anak jika ayah-ibu tenggelam dalam kesibukan, sehingga lupa mengajarkan anaknya cara shalat. Meskipun kesibukan itu adalah mencari rezeki yang digunakan untuk menafkahi anak-anaknya. Jika ayah-ibu berlaku seperti ini, keduanya telah melanggar perintah Allah di surat Thaha ayat 132. “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” Rasulullah saw. bersabda, “Ajarilah anak-anakmu shalat saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (bila tidak melaksanakan shalat) pada usaia sepuluh tahun.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Shalah, hadits nomor 372). Ketahuilah, tidak ada pemberian yang baik dari orang tua kepada anaknya, selain memberi pendidikan yang baik. Begitu hadits dari Ayyub bin Musa yang berasal dari ayahnya dan ayahnya mendapat dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Maa nahala waalidun waladan min nahlin afdhala min adabin hasanin, tak ada yang lebih utama yang diberikan orang tua kepada anaknya melebihi adab yang baik.” (HR. Tirmidzi dalam Kitab Birr wash Shilah, hadits nomor 1875. Tirmidzi berkata, “Ini hadits mursal.”) Semoga kita tidak termasuk orang tua yang melakukan empat kejahatan itu kepada anak-anak kita. Amin.
Daktuna
Friday, 29 November 2013
17 doktrin Syiah yang disembunyikan dari kaum Muslimin
A. Z. Muttaqin - Jum'at, 18 Muharram 1435 H / 22 November 2013 11:16Oleh:Ustadz Muhammad Thalib Al Yamani (Amir Majelis Mujahidin)(Arrahmah.com) –
Televisi dan Anak-anak
"… bahwa 2 tahun pertama seorang bayi adalah masa yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak, dan dalam masa itu anak membutuhkan interaksi dengan anak atau orang lain.Terlalu banyak menonton TV akan memberi pengaruh negatif pada perkembangan otak. Hal ini benar, terutama bagi usia yang masih awal, di mana bermain dan bicara sangatlah penting…."
-
Untuk anak yang masih sangat kecil, ia belum bisa membedakan antara siaran TV atau rekaman video yang diputar. Orang tua dapat memilihkan film (video) yang menarik dan mendidik anak, sesuai usianya itu. Akan tetapi ada satu hal yang harus diingat, jangan memutarkan video yang kita sendiri belum lihat, minimal ketahui persis apa isinya.
-
Periksalah jadwal acara TV, sehingga kita bisa mengatur jadwal film / acara apa yang akan ditonton bersama anak. Atau paling tidak, kalau tidak bisa menemaninya menonton, kita tetap tahu acara apa yang ia tonton. Dengan mencari dan melihat resensi atau ulasan mengenai film atau acara itu, kita juga akan tahu kira-kira seperti apa isi acaranya, dan akhirnya kita dapat mempertimbangkan pantas tidak acara itu dilihat anak kita
-
Sering terjadi, setelah acara yang dipilih selesai ditonton, anak tertarik menonton acara berikutnya, dan akhirnya jadwal yang sudah diatur (misalnya untuk belajar) jadi berantakan. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya selain memperhatikan acara apa yang mau ditonton, perhatikan juga acara berikutnya apa. Dan jika kita tidak menghendaki anak menonton terus, matikanlah segera pesawat TV seusai acara yang dipilih, dan sebelum acara berikut dimulai. Sekali anak tertarik pada acara berikutnya, akan sulit menyuruhnya berhenti menonton.
-
Dengan menemani anak menonton TV, kita dapat mengajaknya membahas apa yang ada di TV, dan membuatnya mengerti bahwa apa yang ada di TV tidak semua sama dengan apa yang ada sebenarnya. Orang tua juga akan semakin erat hubungan komunikasinya dengan anak.
-
Diskusikan dan bantulah anak memperoleh manfaat dari acara TV, dengan menuntunnya mengambil nilai positif dari acara tersebut. Dengan memanfaatkan saat-saat ini , bahkan orang tua dapat mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak.
-
Masalah kurangnya waktu belajar karena anak terlalu banyak menonton TV, dapat diatasi dengan cara membiasakan anak tidak menonton TV pada hari-hari sekolah. Jika hal ini terlalu berat, bisa saja dibuat aturan rumah tangga sendiri, tentang jam tertentu kapan anak boleh menonton TV, dan kapan untuk aktifitas yang lain. Menerapkan hal ini memang tidak mudah, karena anak tentu akan tidak setuju. Jadi di sini memang perlu kepandaian dan ketegasan orang tua untuk menerapkan peraturan dalam rumah tangga mengenai waktu menonton TV. Di sini orang tua harus memberi contoh pada anak , dengan tidak banyak menonton TV. Jika anak melihat orang tuanya sering menonton TV, sedangkan ia tidak boleh, tentu ia akan merasa diperlakukan tidak adil.
-
Pada beberapa keluarga, ada kebiasaan untuk menyalakan TV bukan untuk ditonton tapi hanya untuk suara latar di rumah, agar tidak terlalu terasa sepi. Hal ini biasanya pada rumah-rumah yang besar, dengan penghuni yang tidak banyak. Sebaiknya jika anak ada di rumah kebiasaan ini dihentikan atau diganti dengan menyalakan radio. Sebab dengan menyalakan TV, sama dengan mengundang anak menontonnya.
-
Sebaiknya lokasi TV di rumah juga diatur sedemikian rupa, agar tidak berdekatan dengan tempat anak belajar. Anak yang sedang belajar, akan menjadi tidak bisa konsentrasi bila ia mendengar atau melihat ada acara yang menarik di TV. Perhatiannya akan mudah sekali teralih dan ia menjadi ingin menonton TV. Jika TV tidak terdengar atau tidak terlihat dari tempat belajar anak, kalaupun ada yang sedang menonton TV, anak tidak terlalu terganggu.
-
Ajak anak untuk melakukan banyak aktifitas lain, selain hanya menonton TV. Kita dapat mengajak anak bermain atau berolahraga di sekitar rumah. Atau dapat juga memperkenalkan dan mengajarkannya suatu hobi yang baru, sehingga ia dapat bermain atau mengerjakan hobinya sendiri. Akan tetapi orang tua juga harus hati-hati dalam memperkenalkan permainan atau hobi bagi anak. Sebagai contoh, jika kita malah memperkenalkannya dengan video game, tentu efeknya tidak jauh berbeda dengan menonton TV. Keduanya bersifat adiktif bagi anak-anak, menjadikannya pasif, dan menjadikan tidak bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Jika anak memiliki banyak aktifitas, secara otomatis tentunya ia akan semakin sedikit menonton TV.
-
Hal terakhir yang bisa kita lakukan, bila semuanya gagal, sebenarnya ada di pesawat TV kita sendiri. Bukankah setiap televisi ada tombol "off" nya ?…. Dan tidak ada pesawat TV yang tidak bisa dimatikan. Bila memang acaraTV mengganggu, matikan saja pesawat televisinya..
Friday, 15 November 2013
7 Rahasia Kelurga Bahagia
SETIAP
pasangan yang menikah, baik yang baru ataupun yang sudah lama, pasti
menginginkan rumah tangganya bahagia, menenangkan dan menentramkan,
ingin menjadi keluarga yang samara (sakinah, mawadah, warahmah) .Kalau
ada yang berpikir, bahwa kebahagiaan rumah tangga terletak pada masalah
uang atau ekonomi, kenapa banyak orang yang kaya, artis, pejabat yang
bergelimang materi banyak yang cerai, atau bahkan mendapatkan perlakuan
yang tidak pantas dari pasangan hidupnya sendiri?
Ini berarti
bahwa,bukan hanya faktor materi yang menyebabkan keluarga menjadi
bahagia,rumah tangga menjadi tentram. Materi atau uang,bukan
satu-satunya cara untuk membuat rumah tangga menjadi SAMARA. Di bawah
ini akan ada beberapa hal bagaimana membuat rumah tangga SAMARA :
1. JAGALAH DENGAN SHALAT 5 WAKTU
Shalat lima waktu adalah faktor paling penting dalam menjaga
keberlangsungan rumah tangga,do’a-do’a dalam shalat tersebut menjadi hal
dasar ketentraman. Karena setelah shalat kita akan menjadi lebih,
tenang hati dan perasaannya. Shalat juga merupakan mediasi penghambaan
mahluk kepada Khaliqnya, dia bisa mengadukan seluruh keluh kesah dan
harapannya dalam shalat tersebut. Suami sebagai sosok pemimpin harus
mampu menggerakkan seluruh anggota keluarganya untuk menegakkan dan
menjalankan shalat lima waktu,dengan memberikan keteladanan kepada
seluruh anggota keluarga,atau memberikan hukuman kepada anggota keluarga
yang meninggalkan shalat.hal tersebut akan mampu memberikan dampak
psikologis yang baik dalam rumah tangga.
2 .PELAJARI ILMU TENTANG ISLAM
Seorang suami wajib menjadi teladan bagi keluarganya. Salah satu
diantaranya adalah memberi bekal ilmu tentang islam,entah dengan suami
sendiri yang mengajarkannya. Atau suami mengharuskan anggota keluarganya
pada waktu yang telah ditentukan untuk mendengarkan ceramah-ceramah
islami, Atau menyediakan buku-buku pengetahuan islam untuk dibaca, lalu
buatlah jadwalnya. Kapan anggota keluarga harus mendengarkan ceramah
atau membaca buku. Ini akan berdampak penting dengan keluarga, karena
mereka akan memiliki banyak pengetahuan mengenai masalah agama Islam.
Pada akhirnya mereka akan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari,
baik di rumah, di sekolah, atau di lingkungan masyarakat.
3 .SERING UCAPKAN KATA-KATA CINTA KEPADA PASANGAN
Hal ini yang sering dilupakan oleh pasangan suami istri,terlebih yang
usia pernikahannya sudah lama,padahal ini adalah hal yang sangat ampuh
dalam meraih kebahagiaan dalam keluarga.Suami harus sering mengucapkan
kata-kata cinta,yang ringan saja,namun sangat berdampak luar biasa.
Misalnya : “Aku sayang kamu”, “Bunda, kamu cantik, aku nyaman berada di
sampingmu”, dan masih banyak yang lainnya
4. BERIKAN KEJUTAN ATAU HADIAH-HADIAH KECIL
Ini juga sesuatu yang penting dalam hubungan berumah tangga, memberikan
kejutan dan hadiah-hadiah yang kecil saja,misalnya pada saat hari ulang
tahunnya, suami atau istri mengucapkan selamat ulang tahun, dan berikan
hadiah yang kecil saja.pasangan akan sangat bahagia dengan hal ini.
5. JANGAN SUKA MEMBANDINGKAN
Jangan pernah membandingkan pasangan kita dengan siapapun, termasuk ibu
kita, terutama suami, jangan pernah membandingkan istri dengan
siapapun, termasuk ibunya. Misalnya jangan membandingkan masakan istri
kita dengan ibu kita, jangan membandingkan istri kita dengan
saudara-saudara kita. Ini akan berakibat fatal dan dalam waktu jangka
panjang akan menyebabkan hubungan tidak romantis.
6. LUANGKAN WAKTU UNTUK KELUARGA
Waktu adalah sesuatu yang paling berharga yang tak ternilai dengan
apapun. Meski Anda memiliki uang berlimpah ,jika Anda tidak memiliki
waktu untuk keluarga, misalnya untuk jalan-jalan bersama, atau hanya
sekadar makan bersama di rumah, maka jangan mengharapkan akan ada
kebahagian dalam keluarga Anda. Maka luangkanlah waktu untuk mereka,
karena meski sedikit, itu sangat berharga untuk mereka.
7. BERUSAHA TERUS UNTUK MENCAPAI KEBEBASAN FINANSIAL
Walaupun Anda sudah kerja,memiliki penghasilan yang cukup bahkan
besar,tidak ada salahnya Anda mencoba untuk menekuni bisnis untuk
mencapai kebebasan finansial. Istri atau anggota keluarga di rumah bisa
mencoba untuk menjalankannya. Kenapa begitu? Karena jika Anda hanya
bekerja, Anda tidak pernah tahu sampai kapan Anda akan bekerja, atau
sampai kapan perusahaan Anda akan eksis. Namun jika Anda telah memiliki
usaha sendiri di rumah, maka Anda tidak usah khawatir dalam masalah
keuangan Anda.
Inilah 7 Kalimat yang Menghambat Diri untuk Sukses
1.SAYA TIDAK BISA
Penghambat utama dan paling sering terdengar adalah kalimat "Saya tidak bisa."
Sungguh aneh sebenarnya mengatakan kalimat ini. Memang dulu waktu masih kecil, apakah Anda bisa baca seperti saat ini membaca artikel ini? Tidak bukan? Tapi sekarang Anda bisa membaca. Artinya yang sekarang Anda tidak bisa, nanti akan bisa jika Anda mau belajar. Tidak ada bayi lahir sebagai pebisnis hebat. Misalnya ada berita: Telah lahir seorang pebisnis hebat Telah lahir seorang penjual ulung Telah lahir seorang pembicara hebat Tidak ada saudara!
Yang lahir itu di mana-mana juga seorang bayi, anak laki-laki atau perempuan. Bagaimana pun hebatnya seorang Ibnu Sina, Muhammad Al Fatih, dan siapa pun itu, tetap saja saat lahir tidak bisa apa-apa kecuali yang bisa dilakukan bayi pada umumnya. Saat Anda mengatakan tidak bisa, percayalah semua orang juga pernah tidak bisa. Anda tidak bisa, karena memang belum berlajar dan berlatih. Jadi intinya Anda mau atau tidak? Itu saja!
2. SAYA LAKUKAN BESOK/NANTI SAJA
Jika Bisa Sekarang, kenapa Besok? Memang benar kok, saya tidak bisa melakukannya sekarang. Hari ini saya sibuk, jadi saya lakukan besok.
Baiklah, tidak masalah, jika memang benar-benar Anda sibuk hari ini sehingga tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Namun yang akan menjadi penghambat adalah saat Anda sebenarnya bisa melakukan sekarang, kemudian Anda mengatakan akan melakukan besok. Siapa yang menjamin Anda bisa melakukan besok?
Bisa jadi besok pun Anda akan mengatakan Saya akan lakukan besok. Lusa, Anda akan mengatakan yang sama. Dan seterusnya, sampai Anda tidak melakukan sama sekali. Serius, jika Anda mau maju, Anda harus melakukan apa yang harus Anda lakukan itu sekarang.
SEKARANG! Kenapa? Jika Anda melakukan sekarang apa yang seharusnya Anda lakukan, Anda akan menciptakan momentum dan sangat berharga untuk keberhasilan Anda. Jika Itu Benar-benar Penting, Kenapa Nunggu Besok? Jika ada sebuah tindakan sangat penting yang akan mengubah hidup Anda menjadi lebih baik. Maka lakukan sekarang, jangan ditunda-tunda.
Akan tetapi bener kok, saya tidak bisa melakukannya sekarang. Saya banyak kesibukan yang lain. Itu artinya, Anda menganggp pekerjaan ini tidak penting sehingga harus dilakukan besok. Itu adalah keputusan Anda. Serius, Anda menganggap tidak penting. Jika menurut Anda bisa dilakukan besok, artinya itu tidak penting. Itu saja!
3. SAYA BELUM NYAMAN
Orang-orang yang sukses adalah karena mereka mau melakukan sesuatu yang tidak nyaman. Jika tidak, mereka akan terus berada di zona nyaman. Saat anda mengatakan belum nyaman, tidak sreg, belum terbuka hati, dan kata-kata sejenisnya, artinya Anda masih betah di zona nyaman.
Saat Anda hanya betah melakukan pekerjaan yang bisa dan biasa saja, anda tidak mengalami kemajuan yang berarti. Sekali anda mengubah, bahkan tidak nyaman sama sekali, maka kemajuan anda dapatkan. Cobalah berpikir untuk melakukan hal baru, selama itu untuk kemajuan Anda, meski pun itu tidak nyaman.
Sesuatu yang baru atau pertama kali dilakukan adalah tidak nyaman. Pada awalnya, berbicara di depan umum itu tidak nyaman. Gemetaran dan dag dig dug. Namun anda harus melakukan untuk kemajuan anda. Anda harus paksakan meski pun tidak nyaman. Rasa tidak nyaman hanya ada di awal, selanjutnya akan biasa.
Menjual juga sama, sangat tidak nyaman. Namun jika sudah biasa, menjadi nyaman-nyaman saja. Jadi jangan menunggu nyaman, Anda akan nyaman jika MAU melalui ketidaknyamanan itu.
4. SAYA MASIH BINGUNG
Ini juga yang sering kita dengar dan baca: Pak, sebenarnya saya mau bisnis tapi masih bingung apa yang harus saya lakukan. Saat memasuki dunia yang baru, bisnis yang baru, termasuk pekerjaan yang baru, pada awalnya semua orang pasti bingung.
Begitu juga saat bekerja, pada awalnya bingung. Saat Anda datang ke kantor pertama kali, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan nanti di kantor. Kemudian atasan atau penyelia kita akan membimbing kita, dan kita akhirnya mengetahui apa yang akan kita ketahui. Bagaimana dengan bisnis? Sama saja.
Mungkin akan bingung di awal, namun mulailah berjalan, Anda pun akan menemukan jalan. Ilustrasi yang bagus adalah lampu mobil yang hanya bisa menerangi jalan beberapa meter saja, namun setelah berjalan bisa menerangi seluruh jalan, sampai ratusan kilometer sekali pun.
5. SAYA TAKUT KECEWA
Jika Anda takut kecewa kemudian Anda tidak melakukan apa-apa, sebenarnya Anda sedang menanti kekecewaan yang lebih besar lagi dimasa mendatang. Saat Anda bertindak, mungkin berhasil, mungkin juga tidak. Namun jika Anda tidak bertindak, Anda pasti gagal.
Saat Anda tidak bertindak, sebenarnya Anda SUDAH gagal. Lalu kenapa tidak kecewa? Karena Anda tidak menyikapinya sebagai kegagalan. Padahal, jelas-jelas kegagalan. Artinya, kecewa atau tidak kecewa itu bukan karena gagal atau tidak gagal, tetapi bagaimana Anda menyikapinya. Padahal, jika kita kaji lebih jauh, justru kegagalan sebenarnya saat Anda menyerah, tidak bertindak. Saat Anda mencoba, Anda sebenarnya tidak akan pernah gagal.
6. SUDAH TERLAMBAT
Tidak ada kata terlambat. Allah masih memberikan umur kepada kita. Allah masih memberikan kesempatan kepada kita. Kenapa kita berani-beraninya mengatakan sudah terlambat? Terlambat itu saat ajal menjemput namun kita belum bertaubat. Untuk bisnis, untuk karir, dan untuk pengembangan diri, tidak ada kata terlambat. Jika kita mengatakan sudah terlambat, karena kita berpikir sempit. Bukalah mata, harapan itu masih ada.
7. SAYA SUDAH MELAKUKAN YANG TERBAIK
Kata siapa sudah terbaik? Kata Anda sendiri? Belum, kalau Anda mau belajar lagi metode-metode yang lebih baik. Kalau Anda mau berlatih sehingga keterampilan Anda meningkat. Maka Anda bisa melakukan yang lebih baik lagi.
Anda harus memberikan peluang pada diri Anda, bahwa Anda masih bisa melakukan yang lebih baik. Tahukah Anda, para juara dunia itu, apa pun bidangnya, mereka selalu berlatih untuk meningkatkan kemampuan? Sungguh aneh, anda juara dunia saja bukan tetapi mengatakan sudah melakukan yang terbaik. Anda bisa mencapai penghasilan revolusioner jika Anda mau membuka diri, yaitu membuang anggapan bahwa Anda sudah melakukan yang terbaik.
KESIMPULAN: Buang semua kalimat yang menghambat kemajuan diri Anda, SEKARANG!
Gigi Berdarah Saat Sikat Gigi Padahal Tidak Sakit, Mengapa?
Assalamu’alaikum wrwb.
Pak Dokter, saat sikat gigi sering kali saya menemukan darah. Padahal gigi saya tidak sakit. Jadi sepertinya gigi saya berdarah jika sikat gigi. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Terima kasih atas penjelasan dari drg. Nuh Ibnu Adrian.
Wassalaamu’alaikum wrwb
Aang – Bekasi
Jawaban:
Wa’alaikumsalam wrwb
Pak Aang, gigi berdarah saat sikat gigi sebenarnya itu tanda awal dari peradangan gusi. Radang gusi adalah gusi yang mengalami proses infeksi karena adanya bakteri sisa – sisa makanan yang menempel di gigi.
Bakteri yang telah menempel tersebut disebut karang gigi. Solusinya adalah dengan ‘scalling’. Proses scalling adalah pembersihan karang gigi yang dilakukan oleh dokter gigi.
Setelah karang gigi dibersihkan maka harus tetap rajin sikat gigi. 2 kali sehari. Pagi dan malam menjelang tidur.
Demikian Pak Aang. Semoga cepat sembuh dan segera periksakan gigi Anda ke dokter gigi sebelum karang giginya semakin tebal.
Wassalaamu’alaikum wrwb
drg. Nuh Ibnu Adrian, MARS
Hukum Menerima Pemberian dari Harta Haram
Apakah boleh menerima uang pinjaman (tanpa bunga) atau pemberian/hibah dari teman untuk modal usaha kita, sementara uang tersebut dia peroleh dari pinjaman bank?
Jawaban:
Harta haram terbagi dua[1]:
Pertama, haram pada dzat dan asalnya. Yaitu, harta yang memang asalnya adalah haram, seperti anjing, babi, atau berkaitan dengan kepemilikan orang lain, seperti barang curian dan hasil rampokan.
Pada harta seperti ini, para ulama bersepakat bahwa tidak boleh diterima berdasarkan keharaman dalam dzat harta tersebut dan karena keberkaitan dengan kepemilikan orang lain. Kesepakatan ulama tentang ketidakbolehan ini telah dinukil oleh Ibnu Abdil Barr dan selainnya[2].
Kedua, haram karena sifatnya atau sebab dalam mendapatkannya. Yaitu, harta yang didapatkan dengan cara haram, seperti hasil riba atau hasil judi.
Pada harta yang seperti ini, terdapat silang pendapat di kalangan ulama. Yang benar adalah boleh diambil, tetapi dengan mengingat bahwa sebagian ulama menganggap bahwa harta yang lebih didominasi oleh hal haram adalah lebih wara’ untuk ditinggalkan.
Ibnu Mas’ûd radhiyallâhu ‘anhu ditanya tentang seseorang yang memiliki tetangga yang memakan riba secara terang-terangan, tetapi tidak merasa bersalah dengan harta yang buruk, lalu si tetangga itu mengajaknya dalam undangan makan. Ibnu Mas’ûd radhiyallâhu ‘anhu pun menjawab, “Penuhilah undangannya. Kenikmatan (makanan) adalah untuk kalian, tetapi dosanya adalah terhadap dia.” Dalam sebuah riwayat, si penanya berkata, “Saya tidak mengetahui sesuatu apapun yang menjadi miliknya, kecuali hal yang buruk atau hal yang haram,” tetapi Ibnu Mas’ûd tetap menjawab, “Penuhilah undangannya.”[3]
Imam Az-Zuhry dan Imam Makhûl berkata, “Tidaklah mengapa makan berupa (harta haram) selama tidak diketahui keharaman pada dzatnya.” Yang semisal dengan itu diriwayatkan pula dari Al-Fudhail bin ‘Iyâdh.[4]
Dalam hadits Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, terdapat beberapa hadits yang menjelaskan bahwa beliau memakan berupa makanan orang-orang Yahudi dan bertansaksi dengan mereka, padahal orang-orang Yahudi telah diketahui, dalam uraian Al-Qur`an, bahwa mereka memakan riba dan harta haram. Di antara hadits-hadits tersebut adalah,
1. Hadits Anas bin Malik radhiyallâhu ‘anhu. Beliau bertutur,
2. Hadits Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ. Beliau berkata,
Berikut beberapa fatwa dari ulama kita seputar masalah yang ditanyakan. Di antaranya:
Syaikh Ibnu Bâz rahimahullâh, ditanya,
“Apakah Saya boleh meminjam (sesuatu) dari seorang yang perdagangannya dikenal dengan hal yang haram dan dia mengambil hal yang haram?”
Beliau menjawab,
“Engkau –wahai saudaraku- tidak pantas meminjam dari orang ini atau bermuamalah dengannya sepanjang (seluruh) muamalahnya adalah hal yang haram dan dikenal dengan muamalah riba yang diharamkan, atau selainnya. Maka, engkau tidak boleh bermuamalah dengannya tidak pula meminjam darinya, tetapi engkau wajib berbersih dan menjauh dari hal tersebut. namun, kalau dia bermu’amalah dengan hal yang haram, (tetapi) juga dengan hal yang selain haram, yakni bahwa muamalahnya ada terlihat yang baik, tetapi ada pula yang buruk, tidaklah mengapa (engkau bermuamalah), tetapi meninggalkan hal itu adalah lebih afdhal berdasarkan sabda (Rasulullah) shallallâhu ‘alaihi wa sallam,
Juga berdasarkan sabda beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam,
Juga berdasarkan sabda beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam,
Jadi, seorang mukmin menjauhi hal-hal syubhat.
Apabila engkau mengetahui bahwa seluruh muamalahnya adalah haram atau dia berdagang dalam hal yang diharamkan, yang seperti ini tidak dilakukan muamalah dengannya, tidak pula boleh diambil pinjaman darinya.”
[Fatâwâ Islâmiyah 2/416]
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullâh ditanya,
“Seorang lelaki mengetahui bahwa sumber harta-harta ayahnya adalah berasal dari hal yang haram. Apakah dia boleh makan dari makanan ayahnya? Jika dia tidak makan dari makanan ayahnya, apakah hal tersebut merupakan kedurhakaan?”
Beliau menjawab,
“Orang yang mengetahui bahwa harta ayahnya adalah berasal dari hal yang haram, apabila (harta itu) haram pada dzatnya, yakni dia mengetahui bahwa ayahnya mencuri harta ini dari seseorang, dia tidak boleh memakan (harta) tersebut. Andaikata engkau mengetahui bahwa ayahmu mencuri dan menyembelih kambing ini, janganlah engkau memakan (kambing) tersebut dan janganlah engkau mematuhi undangannya. Adapun apabila (harta itu) adalah haram karena cara menghasilkannya, yakni dia melakukan riba, muamalah dengan menipu oleh (ayahmu), dalil untuk hal ini adalah bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam makan dari harta orang-orang Yahudi, padahal mereka dikenal mengambil riba dan memakan yang haram. (Juga bahwa) seorang perempuan Yahudi di Khaibar telah menghadiahkan (daging) kambing beracun kepada beliau agar beliau mati, tetapi Allah menjaga beliau hingga waktu yang telah ditentukan. (Juga bahwa) seorang Yahudi telah mengundang beliau untuk (memakan) roti dari jelay dan minyak yang baunya sudah berubah maka beliau memenuhi undangan dan memakan (roti) itu.
Beliau juga telah membeli makanan untuk keluarganya dari seorang Yahudi. Beliau dan keluarganya memakan (makanan) tersebut. Hendaknya (si penanya tetap) makan, dan dosa (ditanggung) oleh ayahnya.
[Liqâ Al-Bâb Al-Maftûh no. 188]
Syaikh Muqbil rahimahullâh ditanya,
“Apakah (boleh) menerima hadiah dari orang yang bekerja dalam hal yang haram, atau menyumbang untuk pembangunan masjid atau untuk amalan-amalan kebaikan lainnya?”
Beliau menjawab,
“Sikap wara’ (berhati-hati) dalam hal tersebut adalah tidak diterima, walaupun sebenarnya dosa (ditanggung) oleh pelakunya secara langsung sebagaimana yang telah berlalu. Kami mengatakan bahwa dosa (ditanggung) oleh pelakunya secara langsung karena Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bermuamalah bersama orang-orang Yahudi, padahal mereka bermuamalah secara riba. Kadang mereka mengundang Nabi n lalu beliau memenuhi undangan mereka, padahal mereka bermuamalah secara riba.”
[Tuhfatul Mujîb hal. 57-58]
Syaikh Muhammad Nâshiruddîn Al-Albâny rahimahullâh ditanya,
“Seseorang menghadiahkan -misalnya makanan- kepada kami, padahal orang itu bekerja dengan pekerjaan yang halal dan haram. Apakah (Kami) boleh makan dari hadiah ini? Jika ke rumahnya, apakah (Kami) boleh memakan makanannya, sedang orang itu diharapkan kebaikannya?
Beliau menjawab,
Pertama, yang menjadi ukuran adalah pekerjaan halal atau haram yang mendominasi pada orang ini. Maka, yang dominan tersebut akan menjadi hukumnya. Jika yang mendominasi adalah yang halal, (harta)nya adalah halal, tetapi bila yang mendominasi adalah yang haram, (harta)nya adalah haram.
Kedua, anggaplah harta itu haram, seperti (harta) pimpinan bank atau pegawai lain yang tidak berpenghasilan lain, kecuali harta yang haram ini. Pertanyaan kami arahkan kepada orang seperti ini (si penanya). Jawabannya adalah bahwa siapa saja yang memakan dari makanan (orang tersebut) atau menerima hadiah (orang tersebut), hal itu dilihat kepada niatnya, (yaitu) niat orang yang memakan dan menerima hadiah. Apabila dia tidak menghendaki (apa-apa), kecuali bagian dunia dan hasil keduniaan, hal ini tidak diperbolehkan. (Namun), Apabila yang dia kehendaki adalah sebagai perantara dan wasilah untuk menyampaikan nasihat agar orang tersebut memperbaiki pekerjaannya, hal tersebut adalah perkarah yang diperbolehkan karena (adanya) maslahat yang hendak dicapai. Kita mengetahui bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam memakan dari makanan kaum musyrikin selama tidak ada hal yang haram secara syara`. (Juga) beliau memakan dari makanan Ahlul Kitab. Kisah perempuan Yahudi yang menyuguhkan lengan kambing untuk Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, padahal (perempuan) itu telah menyelipkan racun pada (kambing) itu (juga) merupakan (kisah) yang dimaklumi. Kisah tersebut shahih. Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam tidak membersihkan dirinya dari memakan makanan perempuan Yahudi ini. Kalau demikian, apabila seorang muslim makan dari makanan orang yang berpenghasilan haram, dan yang dikehendaki (oleh muslim tersebut) bukanlah harta, tetapi pendekatan kepada orang ini, itu bertujuan mendekatkannya kepada amar ma’ruf dan nahi mungkar.
[Silsilah Al-Hudâ Wan Nur, kaset no. 428]
http://dzulqarnain.net/hukum-menerima-pemberian-dari-harta-haram.html
Sunday, 20 October 2013
Tips Mencetak Anak yang Shaleh dan Cerdas
Sunday, 13 October 2013
Hukuman-Hukuman yang Mendidik dan Bermanfaat
Saturday, 31 August 2013
Memperbaiki BB Dakota tidak bisa nge-charge menggunakan Power Bank
Nice to share some information that it works for me... and hope this information can help you guys...
Pernah punya pengalaman dengan BB (BB gue untuk ujicoba kali ini adalah BB Dakota / Blackberry 9900) anda tidak bisa di charge dengan Portable Charger (PowerBank)?? bagi yang pernah punya pengalaman ini tentunya sangat menjengkelkan bukan...
biasanya pada saat dicolok powernya akan ada tulisan: "The Charging Source Connected to Your Blackberry Cannot Charge Your Device"
tadinya sih gue abaikan tulisan itu pada saat gue pakai Portable Charger (PowerBank) ecek-ecek.. nah suatu ketika gue beli Portable Charger (PowerBank) agak mahalan dan ini tetap terjadi, muncul tulisan seperti diatas... keki lah gue... ngehe nih gue beli mahal2 tapi nga bisa buat ngecharge... selidik punya selidik gue ketemu setelah melalang buana nanya2 sama mbah gugel... dan it works.. sekarang ini bisa di charge pakai Portable Charger (PowerBank) apapun juga... asalkan jangan aki mobil di charge BB...
so, inilah solusinya:
1. posisikan layar BB ke main home
2. tekan tombol ALT+CAPS+H pada saat bersamaan *)
3. jika benar akan muncul layar HELP ME!, perhatikan informasi: PIN, App Version dan Uptime. Karena 3 value ini yang akan dijadikan "key" untuk bisa masuk ke Engineering Screen (hidden service)
4. sekali lagi perhatikan 3 value di point 3, karena setiap BB pasti akan berbeda beda, terutama di Uptime servicenya.
5. ini kuncinya, silakan masuk ke link berikut ini. KLIK DISINI! - atau jika ada yang bingung bisa langsung ke alamat generatornya DISINI mohon janagn di share atau copy paste link ini, supaya code generator ini tidak dimusnahkan oleh RIM, karena ini "mengancam" RIM tentunya dengan bisa masuk ke engineering screen - untuk membuka codenya, masukkan password: bmnet2013
6. cari TULISAN/LINK disitu: Now open our BlackBerry eScreen Keygen. sebetulnya sudah ada tutorialnya dalam bahasa inggris, gue hanya memperjelas disini, supaya mudah.
7. akan terbuka 1 window baru, yang dimana diminta untuk memasukkan PIN, App Version dan Uptime, klik "GET MY KEY"
8. setelah itu akan direspon dengan YOUR KEY IS: XXXXXXXX (8 digit - alfa numerik) - masukan semua digit tersebut dengan HURUF KECIL saja, nga perlu huruf besar.
9. kembali ke BB kita... di screen HELP ME! tadi, ketikkan 8 digit tersebut (memang tidak akan muncul tulisan apapun di screen, karena ini adalah kode rahasia untuk bisa masuk ke EScreen Content)
10. jika yang kita ketikkan sama persis dengan hasil yang tertera di point 8, maka... walaaaa... muncullah window rahasia BB, yaitu: Engineering Screen Content.
11. disini terdapat ratusan informasi mengenai BB kita... OK, next step... karena hanya akan membahas mengenai masalah nge-charge, maka masuk ke menu "OS ENGINEERING SCREEN" - "BATTERY" - "BATTERY CHARGING SCREEN" - disitu biasanya ada tertulis "Max Battery Rate Charge: 1230" entah itu artinya kalau charger kita arusnya diatas atau dibawah 1230 maka nga bisa ngecharge atau gimana gue nga ngerti sama sekali... just ignore (menurut gue loh ya)
12. klik dibagian "Max Battery Rate Charge" atau klik tombol BB, lalu pilih: FORCE AC, itu MUNGKIN bisa diartikan bahwa USB yang dicolok adalah dari AC... mungkin... mungkin saja... well...
13. setelah klik FORCE AC, back back back, ampe keluar ke screen utama..
14. coba charge dah dengan charger yang tadinya nga bisa buat ngecharge... walaaaa... it works for me...
15. tips: setelah batere penuh, dan setelah kabel charge dicabut icon full batere (gambar steker) akan muncul terus, solusi: colok sekali lagi, lalu cabut lagi kabelnya, hilang deh tuh icon stekernya
semoga postingan pertama ini berguna buat bro and sis disini...
note point 2:
Untuk tipe BB Pearl dan Sure-type phones lainnya, tekan and hold tombol ALT (bawah kiri) dan ketik E A C E;
Untuk BB Storm, hold tombol BACK arrow, dan tap layar di area berikut: KIRI ATAS, KANAN ATAS, KIRI ATAS, KANAN ATAS.
WARNING!!!
Segala macam kerusakan hardware, batere dan lain lain dikarenakan modifikasi ini, harap ditanggung sendiri ya resikonya!
so far BB gue sih baik baik aja ampe sekarang.
Thursday, 29 August 2013
Cara Membuat Travel Usaha Yang Menguntungkan
Apabila Anda belum mempunyai modal untuk memiliki kendaraan, lakukan kerjasama dengan teman atau pihak lain untuk menyewa kendaraan. Usahakan untuk menyewa kendaraan yang benar-benar memiliki kondisi yang bagus dan ideal. Hal ini penting sebab Anda akan menggunakan kendaraan tersebut untuk transportasi para klien Anda. Tentunya Anda tidak ingin apabila klien Anda kecewa karena kendaraan yang dinaikinya mengalami macet atau kerusakan di jalan. Oleh karena itu, buatlah kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak agar kerjasama bisa berjalan dengan baik. Jangan lupa untuk mendiskusikan tentang kerusakan maupun jaminan atas kendaraan yang Anda sewa.