Sunday, 27 May 2012

Mendidik Anak Berkarakter Positif dan Penuh Tanggung Jawab

Nafasnya terengah-engah. Keringat bercucuran di dahinya. Badannya basah kuyup dengan peluh. Namun, senyumnya mengembang menyambut kedua orangtuanya yang baru saja pulang dari kantor. Dengan bangga ia bercerita, “Papa, Mama, lihat, aku berhasil mendorong sepeda. Aku kuat ‘kan Ma? Aku berhasil mendorong sepeda sampai tiga putaran!” Bapak dan ibunya tersenyum sekaligus terpana melihat polah anak sulungnya tersebut. Bagaimana tidak, sepeda yang didorongnya itu sepeda milik anak mereka dan anak perempuan yang berada di atas sadel sepeda dan didorong-dorong oleh anak mereka itu… anak pembantu mereka! Namun, kedua orangtuanya memutuskan untuk tidak memarahi anak sulung mereka itu. Mereka justru menyuruh anak laki-laki mereka itu untuk mandi dan berganti pakaian. Juga bukan sekali dua kali mereka melihat anak sulung mereka itu justru memberikan makanan bagiannya pada anak pembantunya, meski si anak pembantu telah diberikan makanan yang sama juga dalam porsi yang sama. Ketika besar, anak laki-laki sulung itulah yang selalu berusaha bertanggung jawab melindungi adik-adiknya. Dia juga yang bekerja keras melakoni semua usaha hingga bisa meringankan beban kedua orangtuanya yang hanya berpenghasilan pas-pasan dalam membiayai pendidikan keempat adiknya. Bukan atas permintaan orangtuanya tetapi atas kesadarannya sendiri sebagai seorang kakak dan sebagai seorang laki-laki yang “lebih kuat”. Tak hanya itu, ketika kemudian bisnisnya berkembang pesat, tangannya ringan membantu kaum dhuafa. Tak hanya karena kedermawanan tetapi ia juga bersusah-payah mendirikan organisasi sosial yang menaungi relasi antara para hartawan sebagai orangtua asuh dan anak-anak dhuafa sebagai anak asuhnya. Tumbuh dari Usia Dini Begitulah, pribadi dan perilaku yang positif tentunya tak akan muncul tiba-tiba. Semuanya melalui proses yang membuat pribadi positif itu tumbuh dan berkembang. Bila saja di masa kecilnya, orangtua anak tersebut justru memarahi anaknya yang mendorong-dorong sepeda (dengan anak pembantu yang malah duduk di atasnya) atau melarang anaknya memberikan makanan kepada anak pembantunya, kemudian menegaskan posisinya sebagai majikan dan anak pembantu itu adalah pelayan, tentu anak laki-laki itu tak akan berkembang menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mudah berbagi seperti sekarang. Segala sesuatunya memang dimulai dari kita sebagai orangtua dan bagaimana kita memperlakukan anak-anak kita sedari kecil. Menanamkan kesadaran untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, tentu juga tak cukup dengan sekadar memberikan ceramah tentang pentingnya menjadi orang yang bertanggung jawab, tanpa memberikan contoh, dorongan, dan kesempatan bagi anak untuk bisa bertanggung-jawab atas hal-hal yang harus dilakukannya. Bila dalam kisah di atas, anak laki-laki tersebut diberikan kesempatan untuk bertanggungjawab atas kenyamanan permainan mereka sebagai anak lelaki yang lebih pantas untuk mendorong, maka kita juga bisa memberikan kesempatan pada anak-anak balita kita untuk makan sendiri, walaupun sedikit mengotori lantai. Atau, membiarkan anak-anak kita yang telah duduk di kelas 5 atau kelas 6 SD untuk mencuci pakaian mereka sendiri. Walau mungkin, kita harus terus memandunya hingga mereka bisa mencuci pakaian dengan tingkat kebersihan yang diharapkan. Bersabar dalam Kasih sayang Percayalah bahwa anak-anak bahkan bisa belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan caranya sendiri. Cara yang mungkin menurut kita tak biasa. Namun justru membawa dampak yang luar biasa bagi jiwanya karena lahir dari inisiatif dan kemampuannya. Bersabarlah sejenak untuk berusaha memahami mereka, kemudian doronglah mereka untuk melakukan yang lebih baik dengan bimbingan dan kasih sayang. Sebagaimana Allah SWT berfirman, “Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran” (Qs. Al-Ashr 1-3). Mari menggunakan waktu yang kita miliki sekarang untuk membangun pribadi dan perilaku positif anak di masa depan. Jangan sampai, hanya karena kemarahan sesaat dan ketidaksabaran yang tidak mampu kita redam, kita dan anak-anak kelak menuai kerugian di masa datang. Yaitu generasi yang tak mampu bertanggung jawab atas diri mereka sendiri, generasi yang lemah, serta generasi yang tak mampu menggerakkan hati mereka untuk membahagiakan orang lain. Bersabarlah dan bimbinglah diri kita serta anak-anak kita untuk selalu mengambil hikmah dalam kasih-sayang. [Ummu Arina/voa-islam.com] Share this post..


Published with Blogger-droid v2.0.4

Thursday, 17 May 2012

Dua Langkah Mudah Deteksi Kanker Payudara 

VIVAnews- Mencegah, memang lebih baik daripada mengobati. Langkah ini sepertinya sangat tepat dilakukan bagi Anda para wanita, untuk melakukan deteksi dini gejala awal kanker payudara.

Seperti kita ketahui, gejala dini dari penyakit yang banyak menyebabkan wanita meninggal dunia ini memang seringkali terabaikan. Padahal, cara untuk mendeteksinya sangat sederhana dan mudah.

Bagi penderita kanker payduara awal, tidak ada gejala yang terlihat dengan kasat mata (invisible sympton). Biasanya seseorang sudah dapat dikatakan mengidap penyakit kanker payudara, ketika sudah menimbulkan gejala pembengkakan seluruh atau sebagian payudara, iritasi kulit, payudara atau puting terasa nyeri, puting masuk ke dalam, puting atau kulit payudara berwarna kemerahan, bersisik atau menebal, keluar cairan dari puting selain air susu, serta benjolan di daerah ketiak.

Tapi, jika tanda-tanda itu tak timbul, Anda bisa melakukan cara sederhana dan murah melakukan deteksi dini kanker payudara. Semua bisa Anda lakukan sendiri di rumah.

Menurut seorang bedah konsultanonkologi, Dr. Diani Kartini, SpB(K)Onk, para wanita umumnya dapat Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Ini adalah langkah penting untuk mendeteksi kanker yang terjadi pada payudara Anda dan dapat dilakukan dengan dua cara yakni:

1. Bercermin

Anda dapat melakukan dua posisi untuk melakukan pendeteksian kanker. Pertama dilakukan dengan pose bertolak pinggang. Lakukan langkah pertama ini di depan cermin dan perhatikanlah bentuk payudara Anda.

Kedua, Anda dapat melakukannya dengan menaikkan kedua tangan Anda ke atas. Kedua cara ini dapat dilakukan untuk melihat ukuran dan bentuk payudara Anda.

Payudara yang normal memiliki bentuk sejajar dan tidak memiliki lekukan (pembengkakan) di area payudara, bentuk payudara sama dan tidak berubah. Lebih lanjut, Anda dapat menekan puting payudara Anda dengan lembut. Pastikan tidak ada cairan yang keluar dari putting payudara Anda. Cairan yang dimaksud adalah cairan berwarna kuning atau putih (bukan ASI) atau darah.

2. Raba dan rasakan

Anda dapat mendeteksi penyakit ini dengan cara meraba dan merasakan. Seperti 'bercermin', mendeteksi dengan cara 'meraskan' juga dapat dilakukan dengan dua cara.

Pertama, Anda dapat mencobanya dengan merebahkan badan Anda di tempat yang rata. Kedua, deteksi dapat dilakukan dengan dengan posisi berdiri, dengan mengangkat tangan.

Gunakan tiga jari Anda (jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis) untuk meraba payudara dan lakukanlah dengan cara memutar searah jarum jam. Selagi Anda meraba, rasakanlah apakah ada benjolan atau area yang sangat keras di area payudara Anda, misalnya sekitar puting payudara atau mendekati ketiak.

Biasanya, jika pendeteksian dilakukan dengan cara berdiri maka tak sedikit para wanita melakukannya ketika mereka mandi. Permukaan payudara yang licin karena air, akan mempermudah Anda ketika akan mendeteksinya.

Ketika Anda sudah melakukan deteksi dengan cara ini dan ada benjolan di payudara Anda, sebaiknya jangan panik, segeralah periksakan diri ke dokter. Masih banyak langkah yang harus Anda tempuh ketika telah mendapatkan satu gejala dari penyakit ini. Misalnya Anda harus melakukan USG atau Mammografi untukmengkroscek kebenarannya.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tuesday, 15 May 2012

Mengubah Kebiasaan Tidur Begadang Bayi

Beberapa orangtua merasa kewalahan karena bayinya selalu terjaga di malam hari tapi tidur nyenyak di siang harinya. Bagaimana mengubah pola tidur bayi yang seperti ini?


Setiap orangtua menginginkan bayinya memiliki jadwal tidur yang normal, tapi banyak bayi yang lebih memiliki jam malam untuk beraktivitas dan jam siang untuk tidur. Kondisi ini bisa meningkatkan kadar stres dan membuat orangtua tidak memiliki waktu untuk beristirahat.


Pola tidur bayi yang mengganggu ini kemungkinan dipengaruhi oleh proses persalinan yang lama dan berlangsung saat tengah malam. Satu hal yang harus dimiliki oleh orangtua adalah kesabaran, karena sebagian besar bayi memerlukan waktu sebulan atau lebih untuk beradaptasi dengan kondisi keluarganya.

Setelah bayi berusia beberapa minggu, orangtua bisa dengan lembut mulai membujuk bayi agar memiliki jadwal tidur yang wajar.


Beberapa hal bisa dilakukan orangtua untuk mengubah jadwal tidur bayinya yaitu:


Tetapkan waktu bangun dan tidur bagi bayi

Usahakan untuk membuat jadwal yang teratur mengenai kapan bayi harus bangun dan tidur. Jika bayi tetap terbangun di malam hari sebaiknya tidak mengajaknya bermain dan orangtua bisa tetap berpura-pura tertidur.


Biarkan bayi terjaga di siang hari

Selama siang hari biarkan bayi tetap terjaga dengan mengajaknya bermain, mendengar musik bersama-sama atau membuat kebisingan umum yang biasa terjadi di dalam rumah. Kondisi ini akan membuat si kecil merasa tidak nyaman untuk tidur.


Bangunkan bayi di siang hari untuk menyusui

Daripada membiarkan bayi tidur dalam jangka waktu lama di siang hari, maka bangunkan ia untuk menyusui bahkan jika ia tertidur pulas. Karena meski bayi membutuhkan tidur yang banyak ia tetap membutuhkan makan yang berasal dari ASI ibunya. Sedangkan saat malam hari orangtua bisa memberikan interval waktu 3-4 jam untuk menyusui.


Buatlah suasana yang gelap dan tenang di malam hari

Ketika masuk ke waktu tidurnya, buatlah suasana kamar yang tenang, gelap dan hanya menggunakan cahaya redup atau lampu malam untuk menyusui atau mengganti popoknya. Bicaralah dengan tenang dan gerak perlahan yang membuat bayi bosan dan tidak tertarik.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Cara Didik Anak Jadi Pribadi Berkualitas

Tantangan yang dihadapi anak berbeda dengan generasi sebelumnya.

Masa emas sejak lahir hingga pendidikan dasar adalah modal mencipta anak berkualitas.

Tak dapat dipungkiri, globalisasi membedakan tantangan yang dihadapi antara generasi orang tua dan anak. Menjadi tantangan sendiri bagi orang tua masa kini untuk mampu mempersiapkan pribadi anak yang tangguh agar dapat bertahan dan bersaing.


Menurut Ratih Ibrahim MM.Psikolog, peran penting orang tua dimulai sejak anak berusia di bawah lima tahun (golden age period) dan saat anak mulai memasuki jenjang pendidikan dasar. Karena, periode tersebut adalah saat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai agar anak menjadi anak yang siap hidup (life ready) di masa depan.


Kualitas didikan apa yang diperlukan generasi muda saat ini agar dapat bertahan di masa depan? Pada prinsipnya, menurut Ratih dalam pernyataan tertulis yang diterima VIVAnews, Selasa, 15 Mei 2012, anak perlu dibantu agar memiliki kompetensi individual dan sosial.

Kompetensi individual antara lain memiliki pertumbuhan fisik optimal, menunjukkan perkembangan kognitif yang signifikan, serta mengembangkan kecerdasan emosi dan interpersonal.

Sementara itu, kompetensi sosial, yaitu anak diharuskan memiliki kecerdasan sosial agar mampu beradaptasi dengan lingkungan dan kelompok, mampu menjalin hubungan yang dilandasi keintiman emosional juga ditunjang nutrisi dengan gizi seimbang.


Ada beberapa hal penting untuk mempersiapkan buah hati, antara lain:


1. Membimbing dan mengajarkan anak tentang cara bergaul yang tepat bagaimana interaksi, bermain, dan bersikap sopan santun. 


Orang tua juga dapat membantu dan mendorong kemampuan anak dalam bergaul seperti mengundang beberapa teman sebaya anak untuk bermain di rumah.


2. Memberi contoh positif kepada anak dalam hal bertingkah laku.


3. Membantu proses masa agresif anak dengan mengajak anak berbicara dengan bahasa yang mudah ia mengerti tentang dampak sikap agresif bagi anak lainnya.


4. Sedari dini membangun respons yang positif dan dapat diandalkan anak, agar ia tumbuh sebagai anak yang memiliki talenta yang aman.


5. Mengajari anak cara mengatur penggunaan gadget di dalam kehidupannya secara lebih sehat dan tidak berlebihan.


6. Mengajarkan anak sejak usia dini agar fokus pada tujuan utama hidup dan menetapkan prioritas.


Hal ini antara lain dengan menerapkan pengaturan waktu di kesehariannya, serta tetap membangun relasi nyata dengan orang lain.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Saturday, 12 May 2012

Biaya Lain-lain yang Harus Dibayar Saat Beli Rumah

Selain menyiapkan anggaran untuk membeli rumah idaman, Anda perlu mengetahui biaya lain yang harus disiapkan. Biaya lain ini kepentingannya terkait perizinan rumah.

Anda dapat menyiapkan besaran biaya ini untuk enam keperluan, seperti untuk BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), biaya balik nama, notaris, provisi, asuransi dan akta pemberian hak tanggungan.

BPHTB - Mengacu pada pasal 5 UU No 21 tahun 1997, tarif BPHTB yang dibebankan ke pembeli adalah 5 persen dari Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOKP) setelah dikurangi Nilai perolehan Objek Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). NPOPTKP ini berbeda-beda tiap wilayah.

Balik nama - Biaya balik nama adalah biaya untuk perubahan status kepemilikan dari penjual ke pembeli. Jika Anda membeli rumah dari pengembang, biasanya biaya balik nama sudah diurus oleh pengembang. Anda cukup menyiapkan dana, yang besarannya bisa berbeda-beda di tiap daerah.

Notaris - Ada baiknya setiap transaksi yang menyangkut tanah dan bangunan dilakukan di depan notaris atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT). Hal ini karena menyangkut aspek legalitas. Umumnya notaris akan melakukan pengecekan sertifikat dan mengurus legalitas rumah. Biayanya juga berbeda di tiap kota.

Provisi - Jika Anda membeli rumah dengan KPR, ada biaya provisi yang harus dibayarkan ke bank. Biaya ini meliputi biaya administrasi yang dibebankan ke pembeli. Besarnya berbeda-beda tiap bank, berkisar antara 1 persen dari total pinjaman yang disetujui.

Asuransi - Setiap rumah yang Anda beli dengan KPR, mendapatkan perlindungan asuransi. Ini penting untuk menghindari kredit macet di kemudian hari. Umumnya asuransi yang ditawarkan hanya melindungi aset bank yang masih dalam proses pembayaran (cicil). Sedangkan aset yang sudah Anda miliki (sudah dicicil) tidakk diganti apabila sewaktu-waktu mengalami kerugian. Untuk itu, Anda dapat menambah polis untuk melindungi aset yang dimiliki.

Akta pemberian hak tanggungan - Akta ini adalah jaminan pelunasan hutang pembeli kepada bank. Besar biayanya tergantung dari nominal KPR yang dicairkan oleh bank. Biaya akta tergantung dari daerah masing-masing. (Devi Yuliwardhani/ Majalah Renovasi)


Published with Blogger-droid v2.0.4

Sunday, 6 May 2012

Tidur Siang Bikin Anak Cerdas dan Tumbuh Tinggi

MEMBIASAKAN anak tidur di siang hari memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang buah hati. Tapi, tak mudah untuk mengajak anak untuk masuk kamar dan tidur siang.  

Tidak usah khawatir Mom, karena beberapa trik agar mereka dapat dibujuk untuk tidur siang. Berikut caranya:

 

Dorongan anak untuk tidak mau berhenti bermain salah satu penyebab anak menjadi sulit diajak tidur siang. Hatinya masih terus terdorong untuk terus bermain sepanjang hari. Godaan bermain anak zaman sekarang jauh lebih besar dan lebih beragam sehingga agenda tidur siang tak menarik untuk mereka. Tugas orangtua adalah menaklukan kesulitan tersebut demi kebaikan buah hati.

 

Tidur siang bermanfaat bagi pertumbuhan anak.

Baik pertumbuhan fisik sehingga anak dapat tumbuh optimal, maupun optimalisasi perkembangan otak yang membuat anak meraih kecerdasan optimal.

 

"Tentu ada bedanya anak yang terbiasa tidur siang dibanding anak yang sejak kecil tidak dibiasakan tidur siang. Tidur siang selain mencukupi kebutuhan tidur sesuai dengan umur, juga merupakan masa bertumbuh. Dengan bertumbuhnya organ otak selama waktu tidur, berarti meningkat pula perkembangan kecerdasannya," ujar Dr Handrawan Nadesul, dalam bukunya "Membesarkan bayi Jadi Anak Pintar".

 

Lebih lanjut Dokter Nadesul mengujarkan bahwa kebiasaan tidur siang memang sudah harus dibentuk sejak masa bayi mula. Caranya dengan menerapkan kedisiplinan mengajak anak tidur siang. "Pada jam tidur siang yang tetap waktunya, anak diajak masuk kamar, dan suasana rumah dibangun terasa kondusif untuk tidur," imbuhnya.

 

Awalnya mungkin tidak mudah, namun jika kebiasaan tidur siang sudah berhasil terbentuk, selanjutnya tidak sulit mengajak anak tidur siang. Malah kemudian anak sudah minta tidur siang. Ini penting mengingat manfaatnya, dapat lebih mengoptimalisasi pertumbuhan anak.

 

"Untuk lebih memudahkan membawa anak jatuh tidur siang, biarkan fisiknya lebih aktif selama pagi hari. Semakin letih tubuhnya bermain sepanjang pagi hari. Semakin letih tubuhnya bermain sepanjang hari, semakin mudah mengajaknya tidur pada siang harinya," sarannya.

 

Tidur siang sendiri tak perlu lama. Cukup satu satu-dua jam asal tidurnya lelap. "Bukan lamanya tidur yang menentukan kualitas tidur, melainkan lelap tidaknya sebuah tidur. Tidur satu jam dan lelap lebih berkualitas ketimbang tidur lebih dari satu jam namun tidak lelap,"


Published with Blogger-droid v2.0.4

Kiat Agar Anak Mau Tidur

MEMBIASAKAN anak tidur di siang hari memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang buah hati. Tapi, tak mudah untuk mengajak anak untuk masuk kamar dan tidur siang.  

Tidak usah khawatir Mom, karena beberapa trik agar mereka dapat dibujuk untuk tidur siang. Berikut caranya:

 

Dorongan anak untuk tidak mau berhenti bermain salah satu penyebab anak menjadi sulit diajak tidur siang. Hatinya masih terus terdorong untuk terus bermain sepanjang hari. Godaan bermain anak zaman sekarang jauh lebih besar dan lebih beragam sehingga agenda tidur siang tak menarik untuk mereka. Tugas orangtua adalah menaklukan kesulitan tersebut demi kebaikan buah hati.

 

Tidur siang bermanfaat bagi pertumbuhan anak.

Baik pertumbuhan fisik sehingga anak dapat tumbuh optimal, maupun optimalisasi perkembangan otak yang membuat anak meraih kecerdasan optimal.

 

"Tentu ada bedanya anak yang terbiasa tidur siang dibanding anak yang sejak kecil tidak dibiasakan tidur siang. Tidur siang selain mencukupi kebutuhan tidur sesuai dengan umur, juga merupakan masa bertumbuh. Dengan bertumbuhnya organ otak selama waktu tidur, berarti meningkat pula perkembangan kecerdasannya," ujar Dr Handrawan Nadesul, dalam bukunya "Membesarkan bayi Jadi Anak Pintar".

 

Lebih lanjut Dokter Nadesul mengujarkan bahwa kebiasaan tidur siang memang sudah harus dibentuk sejak masa bayi mula. Caranya dengan menerapkan kedisiplinan mengajak anak tidur siang. "Pada jam tidur siang yang tetap waktunya, anak diajak masuk kamar, dan suasana rumah dibangun terasa kondusif untuk tidur," imbuhnya.

 

Awalnya mungkin tidak mudah, namun jika kebiasaan tidur siang sudah berhasil terbentuk, selanjutnya tidak sulit mengajak anak tidur siang. Malah kemudian anak sudah minta tidur siang. Ini penting mengingat manfaatnya, dapat lebih mengoptimalisasi pertumbuhan anak.

 

"Untuk lebih memudahkan membawa anak jatuh tidur siang, biarkan fisiknya lebih aktif selama pagi hari. Semakin letih tubuhnya bermain sepanjang pagi hari. Semakin letih tubuhnya bermain sepanjang hari, semakin mudah mengajaknya tidur pada siang harinya," sarannya.

 

Tidur siang sendiri tak perlu lama. Cukup satu satu-dua jam asal tidurnya lelap. "Bukan lamanya tidur yang menentukan kualitas tidur, melainkan lelap tidaknya sebuah tidur. Tidur satu jam dan lelap lebih berkualitas ketimbang tidur lebih dari satu jam namun tidak lelap," tandasnya.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Saturday, 5 May 2012

Saat Gigi Bayi Mulai Tumbuh

TAHAP demi tahap perkembangan buah hati begitu dinanti. Salah satunya ketika sang buah hati mulai tumbuh gigi.  

Tumbuh gigi atau teething adalah istilah untuk gejala yang menyertai tumbuhnya gigi-gigi pertama bayi. Gigi biasanya  mulai tumbuh pada usia sekitar enam hingga tujuh bulan, dengan sebagian besar gigi pertama telah tumbuh saat bayi berusia 18 bulan.

 

Saat giginya mulai tumbuh, bayi akan menghasilkan lebih banyak air liur daripada biasanya, bahkan sampai menetes-netes.

 

"Dia akan mencoba memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut dan mengunyah jari atau objek lain yang bisa dipegang," tutur Dr. Mirriam Stoppard dalam bukunya "Panduan Kesehatan Keluarga".

 

Stoppard menjelaskan bahwa pada umumnya gejala-gejala yang timbul cenderung normal dan tak membahayakan. "Gejala tumbuh gigi tidak mencakup bronkitis, ruam popok, muntah, diare, atau kehilangan nafsu makan. Jika bayi Anda mengalaminya, bisa jadi itu adalah gejala penyakit lain, bukan tumbuh gigi. Pasalnya, tumbuh gigi dan gejala penyertanya tidak pernah serius," paparnya.

 

Selain gemar mengunyah jari atau objek lain yang dipegang, normal ketika dia menjadi manja dan mudah terusik, sulit tidur, serta mungkin lebih sering menangis dan rewel dari biasanya. Sebagian besar gejala terjadi tepat sebelum gigi timbul.

 

Berikut gejala-gejala yang umumnya dialami ketika buah hati mulai tumbuh gigi:

 

- Air liur yang meningkat dan menetes.

 

- Ingin menggigit benda keras.

 

- Mudah terusik dan semakin manja.

 

- Susah tidur.

 

- Daerah merah yang bengkak di tempat gigi mulai timbul.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Rahasia Sukses Merawat Kulit Bayi

SIAPA bilang kulit bayi yang terlihat halus, lembut, dan segar itu tidak memerlukan perawatan lebih lanjut? Kadang, banyak ibu yang melupakan begitu pentingnya merawat kulit bayi.

Kulit bayi yang strukturnya masih sangat halus dan lembut memiliki fungsi yang sama dengan kulit orang dewasa. Kulit bayi menjadi pelindung organ-organ sensitif di dalam tubuh dan menjaga agar bayi berada pada suhu yang tepat. Walaupun begitu, perawatan kulit pada bayi tidak sama dengan orang dewasa. 


Meski struktur dan komponen kulit bayi baru lahir sudah lengkap, sebagaimana organ tubuh bayi yang lain, kulit belum berfungsi secara sempurna. Kulit bayi 30% lebih tipis dari kulit orang dewasa sehingga cairan lebih mudah menguap. Juga, karena sel-sel kulitnya masih kecil dan belum berkembang sehingga ikatan di antara sel-sel kulit tersebut masih longgar.

 

Lapisan tanduk pada permukaan kulit juga masih sangat tipis sehingga kulit bayi cenderung rentan, mudah robek,serta belum mampu berfungsi sebagai pelindung tubuh yang optimal terhadap serangan berbagai kuman penyakit. Akibatnya, si kecil sering mengalami luka, reaksi iritasi, alergi, dan infeksi. Karena itu, kulit bayi memerlukan perawatan ekstra dan khusus. 


”Jika tidak dirawat, kulit bayi nantinya akan mengalami premature skin aging atau penuaan kulit yang lebih cepat,” ujar spesialis kulit dari RumahSakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto drAbraham ArimukoSpKK saat peluncuran Vaseline Healthy White Perfect 10 di Hotel Pullman, Jakarta. 


Pada dasarnya, ujar Ari, proses penuaan kulit berlangsung sejak seseorang lahir. Tanda-tanda yang menyertainya antara lain timbul kerutan, keriput, kasar dan kusam, muncul urat darah halus di wajah, warna kulit cenderung gelap serta tidak merata di bagian kulit wajah, leher dan di daerah lipatan siku. 


Hal ini umumnya dipicu berbagai faktor luar, seperti sinar matahari, polusi, salah perawatan, makanan yang tidak sehat, ruang berpendingin udara, dan asap rokok. Ada juga faktor internal, misalnya faktor obat-obatan, sakit yang berkepanjangan, dan kurangnya asupan gizi. ”Yang harus dipahami, penuaan kulit ini tidak bisa dihindari, tapi bisa dicegah,” sebutnya. 


Dia menuturkan, pada bayi, proses penuaan kulit ini tidak terlalu terlihat mencolok karena proses regenerasi kulit bayi masih tergolong cepat sehingga tidak terlampau bermasalah. Namun, semakin usia seseorang itu bertambah, regenerasi kulit juga mengalami perlambatan sehingga proses penuaan akan lebih terlihat jelas. 


Banyak orangtua, ungkap Ari, tidak menyadari ketika mereka memandikan dan membersihkan bayi, terutama dengan air hangat, banyak bahan perlindungan alamiah di tubuhnya yang terbuang.

 

”Bayi juga bisa terpapar polusi dan masalah lain yang menyebabkan kulit mereka menjadi kering,” ujarnya. 


Ari mengemukakan, lama-kelamaan, jika tidak dilakukan tindakan apa pun, akan membuat kulit bayi menjadi makin mudah kering dan sensitif. Untuk itu, perlu ada solusi dengan penambahan bahan semacam pelembap atau moisturizer pada kulit bayi, untuk melindunginya dari kekeringan kulit dan sinar matahari. 


Gunakan lotion yang memang khusus diperuntukkan bagi bayi. Lotion untuk bayi biasanya kandungan konsentrasi pelembapnya tidak terlalu tinggi karena kebutuhan bayi terhadap pelembap memang tidak terlalu besar. Jangan gunakan lotion untuk orang dewasa, karena itu hanya untuk anak di atas dua tahun. 


”Apalagi, ada juga lotion untuk orang dewasa yang mengandung whitening yang belum dibutuhkan oleh bayi,” kata dia.

 

Dengan perlindungan ganda dari bahan alami dan dilapisi oleh perlindungan artifisial dari lotion khusus, maka kulit bayi akan lebih terawat dan lebih halus. Secara tak langsung, kulit sehat mereka akan terjaga sampai dewasa. 


Diketahui, dari berbagai jenis organ tubuh bayi, kulit adalah organ yang berukuran paling luas, bisa mencapai dua meter persegi dengan ketebalan 1 hingga 2 mm. Namun, kulit bayi saat berada di dalam kandungan, berbeda dengan kulitnya sekarang. Di dalam rahim, kulit janin selalu terjaga kelembapannya secara alami karena dia hidup di dalam kantong amnion (ketuban) berisi cairan amnion. 


Selain itu, kulit bayi juga selalu terlindungi oleh lapisan tipis dari lemak berwarna putih kekuningan (vernix caseosa). Sebenarnya, bagaimana kulit bayi terbentuk? Cikal bakal kulit sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam rahim, berbentuk embrio.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tanda-Tanda Bayi Lahir Normal

MELAHIRKAN bayi secara normal adalah impian setiap orangtua. Untuk memastikan bayi lahir normal atau tidak, Anda bisa melihat dari tanda-tanda ini. 

Bayi dikatakan lahir normal apabila sehat secara fisik dan mental. Umumnya, bayi terlihat sempurna beberapa pekan setelah kelahirannya. Saat lahir, wajahnya masih bulat dengan warna kulit yang cenderung merah.

 

Tapi, Anda perlu memeriksa tanda-tanda vital untuk memastikan bahwa buah hati lahir normal atau tidak. Berikut ini panduannya, seperti dilansirBoldsky.

 

Menangis

 

Hal pertama yang dilakukan bayi setelah dilahirkan dari rahim ibunya adalah menangis. Ketika menangis, secara otomatis jantung bayi terpompa.

 

Jika bayi baru lahir tidak menangis karena syok, dokter akan memukul halus pantat bayi agar membuatnya menangis.

 

10 jari tangan dan kaki

 

Tradisi yang telah lama dilakukan untuk memastikan jari pada tangan dan kakinya masing-masing 10. Hal ini merupakan ritual untuk memastikan bahwa bayi tidak memiliki cacat fisik.

 

Bola mata bergerak

 

Kornea bayi yang baru lahir belum sepenuhnya dikembangkan dan itu umum bagi mereka untuk menjaga mata tertutup. Namun, mata harus terbuka dalam beberapa hari. Ketika bayi membuka matanya, cobalah alih perhatian dengan menggerakkan jari atau mainan untuk melihat apakah bola matanya bergerak dalam menanggapi rangsangan.

 

Mampu mendengar

 

Awalnya sulit memprediksi apakah bayi Anda mendengar dengan benar atau tidak. Tapi, Anda bisa membuat perkiraan bahwa pendengaran sang bayi baik dengan merangsang suara.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Friday, 4 May 2012

Berhias dengan Malu

Malu adalah sifat pada diri seseorang yang akan membawa dirinya untuk melakukan tindakan yang menghiasi dan membuat karakternya menjadi indah serta meninggalkan perkara yang akan mengotori dan membuat jelek karakternya.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَمَا كَانَ الحَيَاءُ فِي شَيْءٍ إلاَّ زَانَهُ
“Tidaklah ada sifat malu itu pada sesuatu, melainkan ia akan menghiasinya.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani)
Dari Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda,
الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِي إِلاَّ بِخَيْرٍ
“Sifat malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan.” (Muttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat Muslim disebutkan,
وفي رواية لمسلمٍ : (( الحياءُ خَيْرٌ كُلُّهُ )) أَوْ قَالَ : الْحَيَاءُ كُلُّهُ خَيْرٌ
“Sifat malu itu baik seluruh akibatnya.” Atau beliau shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Malu itu semuanya baik akibatnya.”
Maka kita dapati seseorang yang memiliki sifat pemalu apabila dia akan melalukan perkara yang haram atau meninggalkan perkara yang wajib maka dia akan malu terhadap Allah ‘azza wajalla. Dan jika akan melakukan sesuatu yang menyelisihi muru’ah, norma-norma yang berlaku di masyarakat, atau meninggalkan perkara yang sudah sepantasnya dia lakukan, maka dia akan merasa malu terhadap manusia.

Sebaliknya orang yang tidak memiliki rasa malu maka dia akan mengerjakan segala sesuatu yang dia inginkan meski perkara tersebut bertentangan dengan syariat Allah maupun bertentangan dengan muru’ah.
Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
“Sesungguhnya sebagian ajaran yang masih dikenal umat manusia dari perkataan para nabi terdahulu adalah: ‘Bila kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu.” (HR. Al Bukhari)

Hakikat Malu
Al Imam An Nawawi menjelaskan bahwa para ulama berkata,
“Hakikat sifat malu itu ialah suatu budi pekerti yang menyebabkan seorang itu meninggalkan apa-apa yang buruk dan menyebabkan ia tidak lengah untuk menunaikan haknya seorang yang mempunyai hak.”
Beliau melanjutkan,
“Kami meriwayatkan dari Abul Qasim al Junaid rahimahullah, beliau berkata,
‘Malu ialah perpaduan antara melihat berbagai macam kenikmatan atau karunia dan melihat adanya kelengahan, lalu tumbuhlah di antara kedua macam sifat yang di atas tadi suatu keadaan yang dinamakan sifat malu’.” (Riyadhus Shalihin)

Malu adalah Cabang Keimanan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda,
 الإيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً : فَأفْضَلُهَا قَوْلُ : لاَ إلهَ إِلاَّ الله ، وَأدْنَاهَا إمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ ، وَالحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإيمَانِ
“Keimanan itu ada tujuh puluh sekian cabang atau keimanan itu ada enam puluh sekian cabang. Seutama-utamanya ialah ucapan La ilaha illallah dan serendah-rendahnya ialah menyingkirkan gangguan dari jalan dan malu itu adalah cabang dari keimanan.” (Muttafaq ‘alaih)
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma,
أنَّ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الأنْصَار وَهُوَ يَعِظُ أخَاهُ في الحَيَاءِ ، فَقَالَ رسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – : (( دَعْهُ ، فَإنَّ الْحَيَاءَ مِنَ الإيمَانِ )) متفقٌ عَلَيْهِ
Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  berjalan melalui seorang lelaki dari golongan kaum Anshar dan ia sedang menasihati saudaranya tentang hal sifat malu. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Biarkanlah ia, sebab sesungguhnya sifat malu itu termasuk dari keimanan.” (Muttafaq ‘alaih)
Kenapa malu disebut sebagai salah satu cabang keimanan? Hal ini dengan rasa malu yang ada pada dirinya seseorang akan malu apabila meninggalkan apa yang diperintahkan oleh Allah serta malu pula untuk melanggar apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wata’ala.

Sifat Malu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
كَانَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – أشَدَّ حَيَاءً مِنَ العَذْرَاءِ في خِدْرِهَا ، فَإذَا رَأَى شَيْئاً يَكْرَهُهُ عَرَفْنَاهُ في وَجْهِه
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu lebih pemalu daripada seorang gadis pingitan. Jikalau beliau shallallahu ‘alaihi wasallam melihat sesuatu yang tidak disenangi, maka kita dapat melihat itu tampak di wajahnya.” (Muttafaq ‘alaih)
Gadis dalam pingitan adalah gadis yang sangat pemalu, ini karena dia belum pernah menikah dan tidak pernah bergaul dengan lelaki.  Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lebih pemalu dari gadis pingitan seperti ini.  Apabila melihat sesuatu yang tidak beliau senangi, beliau tidak reaktif, akan tetapi ketidaksukaan beliau hanya nampak dengan perubahan pada wajah beliau.

Malu yang Tercela
Sifat malu yang ada pada diri seseorang, hendaknya tidaklah menghalangi seseorang untuk bertafaqquh fiddin, belajar dan bertanya tentang permasalahan agama yang dia butuhkan.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ لَمْ يَمْنَعْهُنَّ الْحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِي الدِّينِ
“Sebaik-baiknya wanita adalah wanita Anshar. Rasa malu tidaklah menghalangi mereka untuk bertafaqquh, memahami agama ini.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila mereka membutuhkan penjelasan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mereka tidak malu untuk langsung bertanya, sebagaimana yang dilakukan oleh Ummu Sulaim radhiyallahu ‘anha.
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau berkisah,
أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ اللهَ لَا يَسْتَحِي مِنَ الْحَقِّ هَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ غُسْلٌ إِذَا احْتَلَمَتْ قَالَ نَعَمْ إِذَا رَأَتِ الْمَاءَ
Ummu Sulaim datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu terhadap kebenaran. Apakah seorang wanita wajib mandi jika bermimpi?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ya, apabila ia melihat air (mani).” (Muttafaqun ‘alaihi)
Rasa malu yang menghalangi seseorang dari tafaqquh fiddin, memahami agama, bukanlah rasa malu yang terpuji. Sebaliknya rasa malu yang semacam ini adalah rasa malu yang tercela.
Dari Abu Waqid al-Harits bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu bahwasanya pada suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  sedang duduk dalam masjid beserta orang banyak. Lalu ada tiga orang yang datang.
Kedua orang itu berdiri di depan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Adapun yang seorang, setelah ia melihat ada tempat yang lapang dalam majelis itu, lalu terus duduk di situ, sedang yang satu lagi duduk di belakang orang banyak, sedangkan orang ketiga terus menyingkir dan pergi.
Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  selesai beliau bersabda,
“Tidakkah engkau semua suka kalau saya memberitahukan perihal tiga orang? Adapun yang seorang (yang melihat ada tempat lapang terus duduk di situ – pent), maka ia menempatkan dirinya kepada Allah, kemudian Allah memberikan tempat padanya. Adapun yang lainnya (yang duduk di belakang orang banyak – pent), ia adalah malu, maka Allah pun malu padanya, sedangkan yang seorang lagi (yang menyingkir dari majelis – pent), ia memalingkan diri, maka Allah juga berpaling dari orang itu.” (Muttafaq ‘alaih)
Demikianlah sedikit pembahasan tentang malu. Semoga bisa bermanfaat. Wallahu ta’ala a’lam bishshawab.
 Oleh: Abu Umar Al Bankawy
Referensi:

- Syarah Riyadhis Shalihin, Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin  
http://www.salafy.or.id/2012/05/01/berhias-dengan-malu/