Sunday, 27 May 2012
Thursday, 17 May 2012
Dua Langkah Mudah Deteksi Kanker Payudara
VIVAnews- Mencegah, memang lebih baik daripada mengobati. Langkah ini sepertinya sangat tepat dilakukan bagi Anda para wanita, untuk melakukan deteksi dini gejala awal kanker payudara.
Seperti kita ketahui, gejala dini dari penyakit yang banyak menyebabkan wanita meninggal dunia ini memang seringkali terabaikan. Padahal, cara untuk mendeteksinya sangat sederhana dan mudah.
Bagi penderita kanker payduara awal, tidak ada gejala yang terlihat dengan kasat mata (invisible sympton). Biasanya seseorang sudah dapat dikatakan mengidap penyakit kanker payudara, ketika sudah menimbulkan gejala pembengkakan seluruh atau sebagian payudara, iritasi kulit, payudara atau puting terasa nyeri, puting masuk ke dalam, puting atau kulit payudara berwarna kemerahan, bersisik atau menebal, keluar cairan dari puting selain air susu, serta benjolan di daerah ketiak.
Tapi, jika tanda-tanda itu tak timbul, Anda bisa melakukan cara sederhana dan murah melakukan deteksi dini kanker payudara. Semua bisa Anda lakukan sendiri di rumah.
Menurut seorang bedah konsultanonkologi, Dr. Diani Kartini, SpB(K)Onk, para wanita umumnya dapat Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Ini adalah langkah penting untuk mendeteksi kanker yang terjadi pada payudara Anda dan dapat dilakukan dengan dua cara yakni:
1. Bercermin
Anda dapat melakukan dua posisi untuk melakukan pendeteksian kanker. Pertama dilakukan dengan pose bertolak pinggang. Lakukan langkah pertama ini di depan cermin dan perhatikanlah bentuk payudara Anda.
Kedua, Anda dapat melakukannya dengan menaikkan kedua tangan Anda ke atas. Kedua cara ini dapat dilakukan untuk melihat ukuran dan bentuk payudara Anda.
Payudara yang normal memiliki bentuk sejajar dan tidak memiliki lekukan (pembengkakan) di area payudara, bentuk payudara sama dan tidak berubah. Lebih lanjut, Anda dapat menekan puting payudara Anda dengan lembut. Pastikan tidak ada cairan yang keluar dari putting payudara Anda. Cairan yang dimaksud adalah cairan berwarna kuning atau putih (bukan ASI) atau darah.
2. Raba dan rasakan
Anda dapat mendeteksi penyakit ini dengan cara meraba dan merasakan. Seperti 'bercermin', mendeteksi dengan cara 'meraskan' juga dapat dilakukan dengan dua cara.
Pertama, Anda dapat mencobanya dengan merebahkan badan Anda di tempat yang rata. Kedua, deteksi dapat dilakukan dengan dengan posisi berdiri, dengan mengangkat tangan.
Gunakan tiga jari Anda (jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis) untuk meraba payudara dan lakukanlah dengan cara memutar searah jarum jam. Selagi Anda meraba, rasakanlah apakah ada benjolan atau area yang sangat keras di area payudara Anda, misalnya sekitar puting payudara atau mendekati ketiak.
Biasanya, jika pendeteksian dilakukan dengan cara berdiri maka tak sedikit para wanita melakukannya ketika mereka mandi. Permukaan payudara yang licin karena air, akan mempermudah Anda ketika akan mendeteksinya.
Ketika Anda sudah melakukan deteksi dengan cara ini dan ada benjolan di payudara Anda, sebaiknya jangan panik, segeralah periksakan diri ke dokter. Masih banyak langkah yang harus Anda tempuh ketika telah mendapatkan satu gejala dari penyakit ini. Misalnya Anda harus melakukan USG atau Mammografi untukmengkroscek kebenarannya.
Tuesday, 15 May 2012
Mengubah Kebiasaan Tidur Begadang Bayi
Beberapa orangtua merasa kewalahan karena bayinya selalu terjaga di malam hari tapi tidur nyenyak di siang harinya. Bagaimana mengubah pola tidur bayi yang seperti ini?
Setiap orangtua menginginkan bayinya memiliki jadwal tidur yang normal, tapi banyak bayi yang lebih memiliki jam malam untuk beraktivitas dan jam siang untuk tidur. Kondisi ini bisa meningkatkan kadar stres dan membuat orangtua tidak memiliki waktu untuk beristirahat.
Pola tidur bayi yang mengganggu ini kemungkinan dipengaruhi oleh proses persalinan yang lama dan berlangsung saat tengah malam. Satu hal yang harus dimiliki oleh orangtua adalah kesabaran, karena sebagian besar bayi memerlukan waktu sebulan atau lebih untuk beradaptasi dengan kondisi keluarganya.
Setelah bayi berusia beberapa minggu, orangtua bisa dengan lembut mulai membujuk bayi agar memiliki jadwal tidur yang wajar.
Beberapa hal bisa dilakukan orangtua untuk mengubah jadwal tidur bayinya yaitu:
Tetapkan waktu bangun dan tidur bagi bayi
Usahakan untuk membuat jadwal yang teratur mengenai kapan bayi harus bangun dan tidur. Jika bayi tetap terbangun di malam hari sebaiknya tidak mengajaknya bermain dan orangtua bisa tetap berpura-pura tertidur.
Biarkan bayi terjaga di siang hari
Selama siang hari biarkan bayi tetap terjaga dengan mengajaknya bermain, mendengar musik bersama-sama atau membuat kebisingan umum yang biasa terjadi di dalam rumah. Kondisi ini akan membuat si kecil merasa tidak nyaman untuk tidur.
Bangunkan bayi di siang hari untuk menyusui
Daripada membiarkan bayi tidur dalam jangka waktu lama di siang hari, maka bangunkan ia untuk menyusui bahkan jika ia tertidur pulas. Karena meski bayi membutuhkan tidur yang banyak ia tetap membutuhkan makan yang berasal dari ASI ibunya. Sedangkan saat malam hari orangtua bisa memberikan interval waktu 3-4 jam untuk menyusui.
Buatlah suasana yang gelap dan tenang di malam hari
Ketika masuk ke waktu tidurnya, buatlah suasana kamar yang tenang, gelap dan hanya menggunakan cahaya redup atau lampu malam untuk menyusui atau mengganti popoknya. Bicaralah dengan tenang dan gerak perlahan yang membuat bayi bosan dan tidak tertarik.
Cara Didik Anak Jadi Pribadi Berkualitas
Tantangan yang dihadapi anak berbeda dengan generasi sebelumnya.
Masa emas sejak lahir hingga pendidikan dasar adalah modal mencipta anak berkualitas.
Tak dapat dipungkiri, globalisasi membedakan tantangan yang dihadapi antara generasi orang tua dan anak. Menjadi tantangan sendiri bagi orang tua masa kini untuk mampu mempersiapkan pribadi anak yang tangguh agar dapat bertahan dan bersaing.
Menurut Ratih Ibrahim MM.Psikolog, peran penting orang tua dimulai sejak anak berusia di bawah lima tahun (golden age period) dan saat anak mulai memasuki jenjang pendidikan dasar. Karena, periode tersebut adalah saat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai agar anak menjadi anak yang siap hidup (life ready) di masa depan.
Kualitas didikan apa yang diperlukan generasi muda saat ini agar dapat bertahan di masa depan? Pada prinsipnya, menurut Ratih dalam pernyataan tertulis yang diterima VIVAnews, Selasa, 15 Mei 2012, anak perlu dibantu agar memiliki kompetensi individual dan sosial.
Kompetensi individual antara lain memiliki pertumbuhan fisik optimal, menunjukkan perkembangan kognitif yang signifikan, serta mengembangkan kecerdasan emosi dan interpersonal.
Sementara itu, kompetensi sosial, yaitu anak diharuskan memiliki kecerdasan sosial agar mampu beradaptasi dengan lingkungan dan kelompok, mampu menjalin hubungan yang dilandasi keintiman emosional juga ditunjang nutrisi dengan gizi seimbang.
Ada beberapa hal penting untuk mempersiapkan buah hati, antara lain:
1. Membimbing dan mengajarkan anak tentang cara bergaul yang tepat bagaimana interaksi, bermain, dan bersikap sopan santun.
Orang tua juga dapat membantu dan mendorong kemampuan anak dalam bergaul seperti mengundang beberapa teman sebaya anak untuk bermain di rumah.
2. Memberi contoh positif kepada anak dalam hal bertingkah laku.
3. Membantu proses masa agresif anak dengan mengajak anak berbicara dengan bahasa yang mudah ia mengerti tentang dampak sikap agresif bagi anak lainnya.
4. Sedari dini membangun respons yang positif dan dapat diandalkan anak, agar ia tumbuh sebagai anak yang memiliki talenta yang aman.
5. Mengajari anak cara mengatur penggunaan gadget di dalam kehidupannya secara lebih sehat dan tidak berlebihan.
6. Mengajarkan anak sejak usia dini agar fokus pada tujuan utama hidup dan menetapkan prioritas.
Hal ini antara lain dengan menerapkan pengaturan waktu di kesehariannya, serta tetap membangun relasi nyata dengan orang lain.
Saturday, 12 May 2012
Biaya Lain-lain yang Harus Dibayar Saat Beli Rumah
Selain menyiapkan anggaran untuk membeli rumah idaman, Anda perlu mengetahui biaya lain yang harus disiapkan. Biaya lain ini kepentingannya terkait perizinan rumah.
Anda dapat menyiapkan besaran biaya ini untuk enam keperluan, seperti untuk BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), biaya balik nama, notaris, provisi, asuransi dan akta pemberian hak tanggungan.
BPHTB - Mengacu pada pasal 5 UU No 21 tahun 1997, tarif BPHTB yang dibebankan ke pembeli adalah 5 persen dari Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOKP) setelah dikurangi Nilai perolehan Objek Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). NPOPTKP ini berbeda-beda tiap wilayah.
Balik nama - Biaya balik nama adalah biaya untuk perubahan status kepemilikan dari penjual ke pembeli. Jika Anda membeli rumah dari pengembang, biasanya biaya balik nama sudah diurus oleh pengembang. Anda cukup menyiapkan dana, yang besarannya bisa berbeda-beda di tiap daerah.
Notaris - Ada baiknya setiap transaksi yang menyangkut tanah dan bangunan dilakukan di depan notaris atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT). Hal ini karena menyangkut aspek legalitas. Umumnya notaris akan melakukan pengecekan sertifikat dan mengurus legalitas rumah. Biayanya juga berbeda di tiap kota.
Provisi - Jika Anda membeli rumah dengan KPR, ada biaya provisi yang harus dibayarkan ke bank. Biaya ini meliputi biaya administrasi yang dibebankan ke pembeli. Besarnya berbeda-beda tiap bank, berkisar antara 1 persen dari total pinjaman yang disetujui.
Asuransi - Setiap rumah yang Anda beli dengan KPR, mendapatkan perlindungan asuransi. Ini penting untuk menghindari kredit macet di kemudian hari. Umumnya asuransi yang ditawarkan hanya melindungi aset bank yang masih dalam proses pembayaran (cicil). Sedangkan aset yang sudah Anda miliki (sudah dicicil) tidakk diganti apabila sewaktu-waktu mengalami kerugian. Untuk itu, Anda dapat menambah polis untuk melindungi aset yang dimiliki.
Akta pemberian hak tanggungan - Akta ini adalah jaminan pelunasan hutang pembeli kepada bank. Besar biayanya tergantung dari nominal KPR yang dicairkan oleh bank. Biaya akta tergantung dari daerah masing-masing. (Devi Yuliwardhani/ Majalah Renovasi)
Sunday, 6 May 2012
Tidur Siang Bikin Anak Cerdas dan Tumbuh Tinggi
MEMBIASAKAN anak tidur di siang hari memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang buah hati. Tapi, tak mudah untuk mengajak anak untuk masuk kamar dan tidur siang.
Tidak usah khawatir Mom, karena beberapa trik agar mereka dapat dibujuk untuk tidur siang. Berikut caranya:
Dorongan anak untuk tidak mau berhenti bermain salah satu penyebab anak menjadi sulit diajak tidur siang. Hatinya masih terus terdorong untuk terus bermain sepanjang hari. Godaan bermain anak zaman sekarang jauh lebih besar dan lebih beragam sehingga agenda tidur siang tak menarik untuk mereka. Tugas orangtua adalah menaklukan kesulitan tersebut demi kebaikan buah hati.
Tidur siang bermanfaat bagi pertumbuhan anak.
Baik pertumbuhan fisik sehingga anak dapat tumbuh optimal, maupun optimalisasi perkembangan otak yang membuat anak meraih kecerdasan optimal.
"Tentu ada bedanya anak yang terbiasa tidur siang dibanding anak yang sejak kecil tidak dibiasakan tidur siang. Tidur siang selain mencukupi kebutuhan tidur sesuai dengan umur, juga merupakan masa bertumbuh. Dengan bertumbuhnya organ otak selama waktu tidur, berarti meningkat pula perkembangan kecerdasannya," ujar Dr Handrawan Nadesul, dalam bukunya "Membesarkan bayi Jadi Anak Pintar".
Lebih lanjut Dokter Nadesul mengujarkan bahwa kebiasaan tidur siang memang sudah harus dibentuk sejak masa bayi mula. Caranya dengan menerapkan kedisiplinan mengajak anak tidur siang. "Pada jam tidur siang yang tetap waktunya, anak diajak masuk kamar, dan suasana rumah dibangun terasa kondusif untuk tidur," imbuhnya.
Awalnya mungkin tidak mudah, namun jika kebiasaan tidur siang sudah berhasil terbentuk, selanjutnya tidak sulit mengajak anak tidur siang. Malah kemudian anak sudah minta tidur siang. Ini penting mengingat manfaatnya, dapat lebih mengoptimalisasi pertumbuhan anak.
"Untuk lebih memudahkan membawa anak jatuh tidur siang, biarkan fisiknya lebih aktif selama pagi hari. Semakin letih tubuhnya bermain sepanjang pagi hari. Semakin letih tubuhnya bermain sepanjang hari, semakin mudah mengajaknya tidur pada siang harinya," sarannya.
Tidur siang sendiri tak perlu lama. Cukup satu satu-dua jam asal tidurnya lelap. "Bukan lamanya tidur yang menentukan kualitas tidur, melainkan lelap tidaknya sebuah tidur. Tidur satu jam dan lelap lebih berkualitas ketimbang tidur lebih dari satu jam namun tidak lelap,"
Kiat Agar Anak Mau Tidur
MEMBIASAKAN anak tidur di siang hari memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang buah hati. Tapi, tak mudah untuk mengajak anak untuk masuk kamar dan tidur siang.
Tidak usah khawatir Mom, karena beberapa trik agar mereka dapat dibujuk untuk tidur siang. Berikut caranya:
Dorongan anak untuk tidak mau berhenti bermain salah satu penyebab anak menjadi sulit diajak tidur siang. Hatinya masih terus terdorong untuk terus bermain sepanjang hari. Godaan bermain anak zaman sekarang jauh lebih besar dan lebih beragam sehingga agenda tidur siang tak menarik untuk mereka. Tugas orangtua adalah menaklukan kesulitan tersebut demi kebaikan buah hati.
Tidur siang bermanfaat bagi pertumbuhan anak.
Baik pertumbuhan fisik sehingga anak dapat tumbuh optimal, maupun optimalisasi perkembangan otak yang membuat anak meraih kecerdasan optimal.
"Tentu ada bedanya anak yang terbiasa tidur siang dibanding anak yang sejak kecil tidak dibiasakan tidur siang. Tidur siang selain mencukupi kebutuhan tidur sesuai dengan umur, juga merupakan masa bertumbuh. Dengan bertumbuhnya organ otak selama waktu tidur, berarti meningkat pula perkembangan kecerdasannya," ujar Dr Handrawan Nadesul, dalam bukunya "Membesarkan bayi Jadi Anak Pintar".
Lebih lanjut Dokter Nadesul mengujarkan bahwa kebiasaan tidur siang memang sudah harus dibentuk sejak masa bayi mula. Caranya dengan menerapkan kedisiplinan mengajak anak tidur siang. "Pada jam tidur siang yang tetap waktunya, anak diajak masuk kamar, dan suasana rumah dibangun terasa kondusif untuk tidur," imbuhnya.
Awalnya mungkin tidak mudah, namun jika kebiasaan tidur siang sudah berhasil terbentuk, selanjutnya tidak sulit mengajak anak tidur siang. Malah kemudian anak sudah minta tidur siang. Ini penting mengingat manfaatnya, dapat lebih mengoptimalisasi pertumbuhan anak.
"Untuk lebih memudahkan membawa anak jatuh tidur siang, biarkan fisiknya lebih aktif selama pagi hari. Semakin letih tubuhnya bermain sepanjang pagi hari. Semakin letih tubuhnya bermain sepanjang hari, semakin mudah mengajaknya tidur pada siang harinya," sarannya.
Tidur siang sendiri tak perlu lama. Cukup satu satu-dua jam asal tidurnya lelap. "Bukan lamanya tidur yang menentukan kualitas tidur, melainkan lelap tidaknya sebuah tidur. Tidur satu jam dan lelap lebih berkualitas ketimbang tidur lebih dari satu jam namun tidak lelap," tandasnya.
Saturday, 5 May 2012
Saat Gigi Bayi Mulai Tumbuh
TAHAP demi tahap perkembangan buah hati begitu dinanti. Salah satunya ketika sang buah hati mulai tumbuh gigi.
Tumbuh gigi atau teething adalah istilah untuk gejala yang menyertai tumbuhnya gigi-gigi pertama bayi. Gigi biasanya mulai tumbuh pada usia sekitar enam hingga tujuh bulan, dengan sebagian besar gigi pertama telah tumbuh saat bayi berusia 18 bulan.
Saat giginya mulai tumbuh, bayi akan menghasilkan lebih banyak air liur daripada biasanya, bahkan sampai menetes-netes.
"Dia akan mencoba memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut dan mengunyah jari atau objek lain yang bisa dipegang," tutur Dr. Mirriam Stoppard dalam bukunya "Panduan Kesehatan Keluarga".
Stoppard menjelaskan bahwa pada umumnya gejala-gejala yang timbul cenderung normal dan tak membahayakan. "Gejala tumbuh gigi tidak mencakup bronkitis, ruam popok, muntah, diare, atau kehilangan nafsu makan. Jika bayi Anda mengalaminya, bisa jadi itu adalah gejala penyakit lain, bukan tumbuh gigi. Pasalnya, tumbuh gigi dan gejala penyertanya tidak pernah serius," paparnya.
Selain gemar mengunyah jari atau objek lain yang dipegang, normal ketika dia menjadi manja dan mudah terusik, sulit tidur, serta mungkin lebih sering menangis dan rewel dari biasanya. Sebagian besar gejala terjadi tepat sebelum gigi timbul.
Berikut gejala-gejala yang umumnya dialami ketika buah hati mulai tumbuh gigi:
- Air liur yang meningkat dan menetes.
- Ingin menggigit benda keras.
- Mudah terusik dan semakin manja.
- Susah tidur.
- Daerah merah yang bengkak di tempat gigi mulai timbul.
Rahasia Sukses Merawat Kulit Bayi
SIAPA bilang kulit bayi yang terlihat halus, lembut, dan segar itu tidak memerlukan perawatan lebih lanjut? Kadang, banyak ibu yang melupakan begitu pentingnya merawat kulit bayi.
Kulit bayi yang strukturnya masih sangat halus dan lembut memiliki fungsi yang sama dengan kulit orang dewasa. Kulit bayi menjadi pelindung organ-organ sensitif di dalam tubuh dan menjaga agar bayi berada pada suhu yang tepat. Walaupun begitu, perawatan kulit pada bayi tidak sama dengan orang dewasa.
Meski struktur dan komponen kulit bayi baru lahir sudah lengkap, sebagaimana organ tubuh bayi yang lain, kulit belum berfungsi secara sempurna. Kulit bayi 30% lebih tipis dari kulit orang dewasa sehingga cairan lebih mudah menguap. Juga, karena sel-sel kulitnya masih kecil dan belum berkembang sehingga ikatan di antara sel-sel kulit tersebut masih longgar.
Lapisan tanduk pada permukaan kulit juga masih sangat tipis sehingga kulit bayi cenderung rentan, mudah robek,serta belum mampu berfungsi sebagai pelindung tubuh yang optimal terhadap serangan berbagai kuman penyakit. Akibatnya, si kecil sering mengalami luka, reaksi iritasi, alergi, dan infeksi. Karena itu, kulit bayi memerlukan perawatan ekstra dan khusus.
”Jika tidak dirawat, kulit bayi nantinya akan mengalami premature skin aging atau penuaan kulit yang lebih cepat,” ujar spesialis kulit dari RumahSakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto drAbraham ArimukoSpKK saat peluncuran Vaseline Healthy White Perfect 10 di Hotel Pullman, Jakarta.
Pada dasarnya, ujar Ari, proses penuaan kulit berlangsung sejak seseorang lahir. Tanda-tanda yang menyertainya antara lain timbul kerutan, keriput, kasar dan kusam, muncul urat darah halus di wajah, warna kulit cenderung gelap serta tidak merata di bagian kulit wajah, leher dan di daerah lipatan siku.
Hal ini umumnya dipicu berbagai faktor luar, seperti sinar matahari, polusi, salah perawatan, makanan yang tidak sehat, ruang berpendingin udara, dan asap rokok. Ada juga faktor internal, misalnya faktor obat-obatan, sakit yang berkepanjangan, dan kurangnya asupan gizi. ”Yang harus dipahami, penuaan kulit ini tidak bisa dihindari, tapi bisa dicegah,” sebutnya.
Dia menuturkan, pada bayi, proses penuaan kulit ini tidak terlalu terlihat mencolok karena proses regenerasi kulit bayi masih tergolong cepat sehingga tidak terlampau bermasalah. Namun, semakin usia seseorang itu bertambah, regenerasi kulit juga mengalami perlambatan sehingga proses penuaan akan lebih terlihat jelas.
Banyak orangtua, ungkap Ari, tidak menyadari ketika mereka memandikan dan membersihkan bayi, terutama dengan air hangat, banyak bahan perlindungan alamiah di tubuhnya yang terbuang.
”Bayi juga bisa terpapar polusi dan masalah lain yang menyebabkan kulit mereka menjadi kering,” ujarnya.
Ari mengemukakan, lama-kelamaan, jika tidak dilakukan tindakan apa pun, akan membuat kulit bayi menjadi makin mudah kering dan sensitif. Untuk itu, perlu ada solusi dengan penambahan bahan semacam pelembap atau moisturizer pada kulit bayi, untuk melindunginya dari kekeringan kulit dan sinar matahari.
Gunakan lotion yang memang khusus diperuntukkan bagi bayi. Lotion untuk bayi biasanya kandungan konsentrasi pelembapnya tidak terlalu tinggi karena kebutuhan bayi terhadap pelembap memang tidak terlalu besar. Jangan gunakan lotion untuk orang dewasa, karena itu hanya untuk anak di atas dua tahun.
”Apalagi, ada juga lotion untuk orang dewasa yang mengandung whitening yang belum dibutuhkan oleh bayi,” kata dia.
Dengan perlindungan ganda dari bahan alami dan dilapisi oleh perlindungan artifisial dari lotion khusus, maka kulit bayi akan lebih terawat dan lebih halus. Secara tak langsung, kulit sehat mereka akan terjaga sampai dewasa.
Diketahui, dari berbagai jenis organ tubuh bayi, kulit adalah organ yang berukuran paling luas, bisa mencapai dua meter persegi dengan ketebalan 1 hingga 2 mm. Namun, kulit bayi saat berada di dalam kandungan, berbeda dengan kulitnya sekarang. Di dalam rahim, kulit janin selalu terjaga kelembapannya secara alami karena dia hidup di dalam kantong amnion (ketuban) berisi cairan amnion.
Selain itu, kulit bayi juga selalu terlindungi oleh lapisan tipis dari lemak berwarna putih kekuningan (vernix caseosa). Sebenarnya, bagaimana kulit bayi terbentuk? Cikal bakal kulit sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam rahim, berbentuk embrio.
Tanda-Tanda Bayi Lahir Normal
MELAHIRKAN bayi secara normal adalah impian setiap orangtua. Untuk memastikan bayi lahir normal atau tidak, Anda bisa melihat dari tanda-tanda ini.
Bayi dikatakan lahir normal apabila sehat secara fisik dan mental. Umumnya, bayi terlihat sempurna beberapa pekan setelah kelahirannya. Saat lahir, wajahnya masih bulat dengan warna kulit yang cenderung merah.
Tapi, Anda perlu memeriksa tanda-tanda vital untuk memastikan bahwa buah hati lahir normal atau tidak. Berikut ini panduannya, seperti dilansirBoldsky.
Menangis
Hal pertama yang dilakukan bayi setelah dilahirkan dari rahim ibunya adalah menangis. Ketika menangis, secara otomatis jantung bayi terpompa.
Jika bayi baru lahir tidak menangis karena syok, dokter akan memukul halus pantat bayi agar membuatnya menangis.
10 jari tangan dan kaki
Tradisi yang telah lama dilakukan untuk memastikan jari pada tangan dan kakinya masing-masing 10. Hal ini merupakan ritual untuk memastikan bahwa bayi tidak memiliki cacat fisik.
Bola mata bergerak
Kornea bayi yang baru lahir belum sepenuhnya dikembangkan dan itu umum bagi mereka untuk menjaga mata tertutup. Namun, mata harus terbuka dalam beberapa hari. Ketika bayi membuka matanya, cobalah alih perhatian dengan menggerakkan jari atau mainan untuk melihat apakah bola matanya bergerak dalam menanggapi rangsangan.
Mampu mendengar
Awalnya sulit memprediksi apakah bayi Anda mendengar dengan benar atau tidak. Tapi, Anda bisa membuat perkiraan bahwa pendengaran sang bayi baik dengan merangsang suara.