Rambut panjang atau pendek, kerontokan, masih menjadi masalah teratas selain rambut kusam. Kerontokan ini sebenarnya hanya efek dari perlakuan pada rambut yang menyebabkan helai rambut yang tidak sehat, dan kurangnya nutrisi pada kulit kepala dan akar rambut. Satu-satunya cara untuk mencegah masalah ini adalah menghindari hal-hal buruk pada rambut. Jangan anggap sepele rutinitas berikut ini, karena dapat merusak rambut.
Mencuci rambut terlalu sering
Pertimbangkan kembali rutinitas keramas setiap hari. Ubah jadwal menjadi dua atau tiga kali seminggu. Hal ini dikarenakan mencuci rambut dengan sampo dapat menghilangkan minyak alami, sehingga rambut mudah menjadi kering dan kehilangan nutrisinya.
Terlalu sering menyisir
Jika Anda menyisir rambut lebih dari dua kali dalam sehari, Anda mungkin terlalu sering melakukannya. Menyisir secara agresif dan menyisir paksa rambut yang kusut berdampak buruk pada kesehatan helai rambut. Untuk meminimalisasi kerusakan rambut, gunakan sisir bergerigi jarang.
Mengeringkan rambut dengan handuk Mengeringkan rambut dengan handuk memang menjadi hal yang umum. Namun, patut berhati-hati, karena terlalu lama menggosokkan handuk dapat menyebabkan ujung rambut pecah-pecah dan rontok.
Alat penataan bersuhu panas
Rasanya sulit untuk sama sekali tidak menggunakan hair dryer atau alat penata rambut seperti hot iron. Namun, pastikan Anda mengurangi pemakaian alat-alat bersuhu panas tersebut. Jangan lupa untuk mengaplikasikan serum yang memberikan perlindungan untuk meminimalkan kerusakan.
Proses kimia Proses kimia
seperti pewarnaan, obat-obat keras untuk meluruskan atau mengeringkan rambut dapat merusak kutikula. Coba batasi penggunaan obat-obatan kimia dan pastikan Anda selalu melakukan perawatan masker rambut untuk mencegah masalah rambut
Thursday, 13 December 2012
5 Penyebab Kerontokan Rambut
5 Cara Mengembangkan Wirausaha pada Anak
Di balik kesuksesan para pengusaha saat ini, tidak terlepas dari peran orang tua yang sejak dini memberikan semangat berwirausaha. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya akan tumbuh dewasa dan sukses. Jiwa wirausaha dewasa ini sangat penting ditanamkan sejak dini untuk menyiapkan anak dalam menghadapi kompetisi dan sukses menjadi pengusaha. "Ini semua tentang membentuk perilaku anak. Keterampilan emosional sangat penting dan membantu anak menjadi lebih baik," kata peneliti psikiatri anak dari New York University Langone's Child Study Center, Andrea Vazzana, seperti dikutip dari Entrepreneur.com, Jumat 14 Desember 2012. Berikut lima tips untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dalam diri anak:
1. Latih anak untuk memecahkan masalah secara efektif Untuk mempersiapkan anak-anak dalam menemukan ide bisnis dalam kehidupan sehari-hari, maka kemampuan memecahkan masalah harus diasah sejak kecil. Ketika anak menemukan masalah, bersama orang tua saling bertukar pikiran untuk mencari kemungkinan solusi, menimbang pro kontra, dan memilih pilihan terbaik.
2. Bantu anak belajar dari kegagalan Sebagai orang tua, Anda bisa membimbing anak untuk mencoba, jika gagal, mempelajari lagi, coba lagi hingga berhasil. Kegagalan adalah keterampilan penting bagi pengusaha. Latih anak untuk dapat menerima kritik dan bantu belajar anak Anda untuk keterampilan lebih baik. Namun, biasanya anak lebih sensitif terhadap kritik, untuk itu orang tua disarankan untuk menyelipkan kata-kaa pujian. "Sehingga anak tidak begitu merasa keras dikritik, namun tetap bisa mengambil pesan positif," katanya.
3. Latih anak membuat keputusan Latih anak membuat keputusan dengan cara mengajukan dua pilihan kepada sang anak dan biarkan sang anak untuk memilih. Melatih membuat keputusan dapat menambah kepercayaan diri anak. Ketika beranjak dewasa, mereka dapat membuat keputusan besar.
4. Menumbuhkan rasa keahlian dalam mengambil risiko. Ketakutan utama bagi wirausaha pemula adalah mengambil keputusan berisiko besar, namun setelah itu akan terbiasa. Untuk itu, anak sejak kecil harus diberikan keleluasaan guna mengatasi ketakutan utama yang dihadapi anak. Untuk pertama kali anak menghadapi risiko besar, orang tua dapat membimbing. Kemudian secara perlahan, anak masuk masa transisi dan menuju kemandirian dengan diberikan berbagai tugas yang semakin sulit. Dengan mengatur tingkat kesulitan dan sang anak berhasil melaluinya, akan memberikan rasa percaya diri untuk mengambil risiko. Perlahan anak akan ahli dalam setiap keputusan yang diambil.
5. Ajarkan anak untuk memberikan pendapat Anak-anak sejak kecil diajarkan untuk mengikuti aturan tanpa boleh memberikan pendapat, hal ini dapat menghambat jiwa kewirausahaan. Seharusnya anak-anak diajarkan untuk memberikan pendapat secara konstruktif dengan dilatih memberikan alasan yang jelas. "Orang tua dapat memberikan contoh cara berbicara yang baik. Perilaku orang tua akan membantu anak memahami bagaimana caranya mengutarakan pendapat dan kapan mengikuti aturan," katanya.