Anda mungkin sudah sering mendengar
bahaya menggunakan steroid sebagai pemicu peningkatan massa otot dan
ukuran otot. Anabolik steroid yang sering disingkat dengan steroid
saja, adalah bahan sintetik dari hormon testosteron. Biasanya dipakai
oleh dokter sebagai terapi pengganti pada penyakit penyakit tertentu
dimana produksi testosteron didalam tubuh kurang atau terjadi
ketidakseimbangan hormonal pada tubuh manusia.
Saat ini steroid banyak disalah gunakan
oleh sebagian masyarakat baik olahragawan maupun bukan olahragawan.
Atlet sering menggunakan steroid untuk menambah kekuatannya dengan
bertambahnya masa otot, juga untuk mencegah overtraining atau dapat
mempercepat masa pemulihan (recovery), sehingga mereka bisa berlatih
lebih berat dan lebih lama.
Steroid diketahui dapat meningkatkan
massa otot dan kekuatan seseorang. Hal ini dilakukan dengan cara
merangsang sel-sel dalam tubuh untuk membangun sel protein baru.
Meskipun sebenarnya tubuh secara alami akan membangun protein yang
dihasilkan melalui olahraga dan konsumsi makanan yang tepat. Steroid ini
cenderung meningkatkan produksi protein di dalam tubuh, ekstra protein
inilah yang ditambahkan dalam pembentukkan massa otot, dengan bertindak
sebagai hormon alami laki-laki yang disebut dengan testoteron.
Jika steroid digunakan secara
sembarangan dalam dosis tinggi, maka bisa menimbulkan masalah dan
perubahan yang terjadi di tubuh. Sebagian besar orang tidak menyadari
efek anabolik steroid yang ditimbulkan.
“Sekarang kan zaman maunya yang
instan. Banyak yang menjual obat bodybuilding yang mengandung steroid.
Ini yang kami sebut penyalahgunaan steroid,” tutur Dr. Em Yunir,
SpPD-KEMD, dalam seminar media bertema Hipogonadisme pada Pria dan Masalah Keganasan Kelenjar Tiroid di
Hotel Mandarin, Jakarta, Jumat (15/6/2012). Penggunaan steroid
menyebabkan penggunaan secara berlebihan, yang justru menuai dampak tak
baik pada kesehatan seksual.
“Pada diri seseorang sebenarnya sudah cukup kadar hormon
testosteronnya, sehingga tidak perlu ditambahkan lagi tambahan hormon.
Jika dia memiliki kadar testosteron tak alami yang berlebih, maka akan
menekan hormon stimulasi dari otak yang mempunyai fungsi merangsang dan
menumbuhkan spermatogogenesis yang berfungsi sebagai tempat pembentukan
sperma yang berada pada testis. Kualitas sperma sudah pasti akan
menurun,” tutupnya.
Pada penggunaan steroid, terjadi
penekanan produksi hormon endogen tubuh dan bila hal ini berlangsung
lama maka akan membuat kelenjar penghasil hormon tidak berfungsi dan
pada pria akan menekan produksi sperma (menjadi infertil) Testosterone
dalam tubuh manusia akan mengalami aromatisasi menjadi estrogen,
sehingga dapat menimbulkan masalah seperti pembesaran kelenjar payudara
seperti wanita.
Jenis-jenis steroid:
1. DIANABOL (methandrostenolone/methandienone)
Banyak dipakai oleh binaragawan. Mereka rata-rata ingin cepat besar dalam waktu singkat (instant). Sangat terkenal di kalangan pemakai steroids, Efek yang dihasilkan adalah “power” kala latihan walau tidak sebesar anadrol. Harganya sangat murah sehingga banyak pemakainya dan kerap dibagi-bagikan secara gratis antar sesama teman.
Banyak dipakai oleh binaragawan. Mereka rata-rata ingin cepat besar dalam waktu singkat (instant). Sangat terkenal di kalangan pemakai steroids, Efek yang dihasilkan adalah “power” kala latihan walau tidak sebesar anadrol. Harganya sangat murah sehingga banyak pemakainya dan kerap dibagi-bagikan secara gratis antar sesama teman.
2. ANADROL (oxymetholone)
Banyak dipakai untuk periode bulking dan mendapatkan power disaat latihan. Inilah jenis steroid terkuat yang pernah diciptakan manusia. Kenaikkan berat badan 4,5 Kg dalam 2 minggu adalah hal biasa, dimana sesuatu yang mustahil bila dilakukan secara manual. Hanya cocok digunakan untuk mereka yang berhubungan dengan angkat beban saja, sedangkan atlet endurance seperti sprinter, balap sepeda dan lainnya jarang memakai anadrol.
Banyak dipakai untuk periode bulking dan mendapatkan power disaat latihan. Inilah jenis steroid terkuat yang pernah diciptakan manusia. Kenaikkan berat badan 4,5 Kg dalam 2 minggu adalah hal biasa, dimana sesuatu yang mustahil bila dilakukan secara manual. Hanya cocok digunakan untuk mereka yang berhubungan dengan angkat beban saja, sedangkan atlet endurance seperti sprinter, balap sepeda dan lainnya jarang memakai anadrol.
3. CLENBUTEROL
Banyak dipakai saat periode cutting, Efek yang paling dicari dari obat ini adalah thermogenic (naiknya suhu tubuh akibat membakar kalori lebih banyak dari biasanya termasuk pembakaran lemak). Dipakai oleh banyak atlet, biasa mereka pakai untuk memperjelas definisi otot dan meningkatkan kemampuan aerobic.
Banyak dipakai saat periode cutting, Efek yang paling dicari dari obat ini adalah thermogenic (naiknya suhu tubuh akibat membakar kalori lebih banyak dari biasanya termasuk pembakaran lemak). Dipakai oleh banyak atlet, biasa mereka pakai untuk memperjelas definisi otot dan meningkatkan kemampuan aerobic.
4. DECA (nandrolone)
Umumnya pemakai steroid jenis ini menggunakan pada segala kondisi. Mampu merangsang androgen 3-4 kali lebih kuat dibandingkan testoterone dan 2,4 kali lebih anabolik dibandingkan testoterone. Punya efek pelumas persendian yang membuat latihan lebih “pain free” sehingga mampu berlatih ber jam-jam Biasa dipakai bagi mereka yang badannya sudah terlanjur kebal karena keseringan memakai steroids.
Umumnya pemakai steroid jenis ini menggunakan pada segala kondisi. Mampu merangsang androgen 3-4 kali lebih kuat dibandingkan testoterone dan 2,4 kali lebih anabolik dibandingkan testoterone. Punya efek pelumas persendian yang membuat latihan lebih “pain free” sehingga mampu berlatih ber jam-jam Biasa dipakai bagi mereka yang badannya sudah terlanjur kebal karena keseringan memakai steroids.
5. CYTOMEL (T3/liothyronine sodium)
Steroid jenis cutting ini mampu menaikkan metabolisme, otomatis kalori yang terbakar lebih banyak dari biasanya termasuk pembakaran lemak. Jika terlalu sering memakainya bisa mengakibatkan ketergantungan seumur hidup seperti yang dialami body bulider internasional Frank Zane.
Steroid jenis cutting ini mampu menaikkan metabolisme, otomatis kalori yang terbakar lebih banyak dari biasanya termasuk pembakaran lemak. Jika terlalu sering memakainya bisa mengakibatkan ketergantungan seumur hidup seperti yang dialami body bulider internasional Frank Zane.
6. ANAVAR (oxandrolone)
Bisa dipakai untuk segala keperluan. Dibandingkan dengan steroid lainnya anavar tergolong paling aman. Tidak menyebabkan aromatisasi dan bisa menyembuhkan luka. Mampu menurunkan nafsu makan (cocok buat diet), pemakaian tidak terbatas pada kalangan angkat beban saja tapi semua cabang olah raga. Mereka yang memakai umumnya dapat “power” kala latihan tanpa harus menaikkan berat badan.
Bisa dipakai untuk segala keperluan. Dibandingkan dengan steroid lainnya anavar tergolong paling aman. Tidak menyebabkan aromatisasi dan bisa menyembuhkan luka. Mampu menurunkan nafsu makan (cocok buat diet), pemakaian tidak terbatas pada kalangan angkat beban saja tapi semua cabang olah raga. Mereka yang memakai umumnya dapat “power” kala latihan tanpa harus menaikkan berat badan.
Walaupun steroid bisa membentuk tubuh
yang “cepat gede” dalam waktu singkat, namun lambat laun tubuh mulai
memproduksi lebih sedikit testosteron alami yang dapat mengakibatkan
testis mulai menyusut, akan berpotensi pada impotensi dan mengurangi
jumlah sperma. depresi, peningkatan resiko kanker hati, peningkatan
tekanan darah dan kolesterol, kram perut, mimisan, ketidakpekaan
terhadap insulin, diare, mual, muntah, sembelit, pembesaran prostat
sehingga menimbulkan gangguan dalam berkemih (resiko kanker prostat),
dan juga dari sisi dermatologi dapat meningkatan produksi sebum kulit
yang menimbulkan jerawat secara luas dan menimbulkan kebotakan pada
pria.
No comments:
Post a Comment