Jika kita melihat kenyataan yang ada, tidak sedikit orang-orang besar dunia yang justru memiliki catatan prestasi akademik yang pas-pasan bahkan bisa dibilang buruk namun mereka sukses di bidangnya, Ternyata prestasi akademik tidak menjamin kesuksesan seorang anak dimasa depan meskipun tidak jarang juga prestasi akademik mendukung karir anak tersebut.
Kita semua mengetahui bahwa bukan IQ saja yang bisa dijadikan dasar
pendukung keberhasilan anak tapi ada kecerdasan lain yang juga tidak
kalah besar pengaruhnya terhadap prestasi seorang anak, ada kecerdasan
emosi (EQ: emotional quotient), kecerdasan sosial (social quotient) dan
yang baru-baru ini banyak di sebut-sebut orang yaitu kecerdasan spritual
(spiritual quotient).
Bagaimana cara mendidik anak dalam keluarga
Jangan membanding-bandingkan anak
Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda, mempunyai kelebihan dan
kekurang masing-masing, ada anak yang kurang dalam hitungan tetapi
memiliki kelebihan dalam bahasa, tidak bisa kita membandingkan dengan
saudaranya yang memiliki prestasi baik dalam matematika tetapi buruk
dalam kesenian.
Ajari anak dengan keteladanan
Kita tidak bisa memaksa anak untuk mengosok gigi setiap menjelang tidur
kalau kita sendiri sebagai orang tuanya tidak pernah melakukan hal itu,
ajaklah anak untuk melakukan shalat lima waktu dengan memberi contoh
melaksanakan shalat, begitupun dengan kejujuran dan akhlak yang baik.
Kompaklah dalam medidik anak
Jika si Ibu menyuruh anaknya untuk belajar, maka si Ayah jangan
membiarkan anaknya untuk terus-menerus bermain game. Ayah dan ibu harus
memiliki visi dan misi yang sama dalam mendidik anak.
Sediakan waktu yang cukup bersama anak
Jangan berikan waktu sisa untuk anak, luangkan waktu untuk menjalin
kebersamaan bersama anak karena sudah menjadi hak anak untuk meminta
waktu dari orang tuanya, jangan biarkan anak untuk lebih memilih
lingkungan lain di luar keluarga dalam mengemukakan unek-uneknya karena
bukan tidak mungkin malah mendapatkan saran-saran negatif dari
lingkungan pergaulannya.
Perlakukan anak secara postif
Jangan pernah mengatakan sesuatu yang negatif terhadap anak kita misalnya : "dasar bodoh begini aja nggak bisa...!"
perkataan orang tua adalah doa, berusahalah untuk menghargai anak
secara positif, puji dan beri penghargaan terhadap anak apabila anak
kita melakukan hal-hal yang baik karena hal ini akan menimbulkan dampak
positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Anak adalah anugerah dan titipan bukan beban, perlakukan anak sebagai
individu yang memiliki hak yang sama seperti orang dewasa lainnya,
jangan paksakan anak untuk menjadi sesuatu yang diinginkan orang tuanya,
jangan menekan anak untuk selalu mendapatkan nilai akademik yang hebat
dalam matematika padahal sebenarnya anak kita mempunyai kemampuan lebih
dalam seni musik dan bahasa. Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk
menggali dan mengoptimalkan kemampuan anak sesuai dengan bakat dan minat
yang dimiliki anak.
No comments:
Post a Comment