Saturday, 5 May 2012

Rahasia Sukses Merawat Kulit Bayi

SIAPA bilang kulit bayi yang terlihat halus, lembut, dan segar itu tidak memerlukan perawatan lebih lanjut? Kadang, banyak ibu yang melupakan begitu pentingnya merawat kulit bayi.

Kulit bayi yang strukturnya masih sangat halus dan lembut memiliki fungsi yang sama dengan kulit orang dewasa. Kulit bayi menjadi pelindung organ-organ sensitif di dalam tubuh dan menjaga agar bayi berada pada suhu yang tepat. Walaupun begitu, perawatan kulit pada bayi tidak sama dengan orang dewasa. 


Meski struktur dan komponen kulit bayi baru lahir sudah lengkap, sebagaimana organ tubuh bayi yang lain, kulit belum berfungsi secara sempurna. Kulit bayi 30% lebih tipis dari kulit orang dewasa sehingga cairan lebih mudah menguap. Juga, karena sel-sel kulitnya masih kecil dan belum berkembang sehingga ikatan di antara sel-sel kulit tersebut masih longgar.

 

Lapisan tanduk pada permukaan kulit juga masih sangat tipis sehingga kulit bayi cenderung rentan, mudah robek,serta belum mampu berfungsi sebagai pelindung tubuh yang optimal terhadap serangan berbagai kuman penyakit. Akibatnya, si kecil sering mengalami luka, reaksi iritasi, alergi, dan infeksi. Karena itu, kulit bayi memerlukan perawatan ekstra dan khusus. 


”Jika tidak dirawat, kulit bayi nantinya akan mengalami premature skin aging atau penuaan kulit yang lebih cepat,” ujar spesialis kulit dari RumahSakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto drAbraham ArimukoSpKK saat peluncuran Vaseline Healthy White Perfect 10 di Hotel Pullman, Jakarta. 


Pada dasarnya, ujar Ari, proses penuaan kulit berlangsung sejak seseorang lahir. Tanda-tanda yang menyertainya antara lain timbul kerutan, keriput, kasar dan kusam, muncul urat darah halus di wajah, warna kulit cenderung gelap serta tidak merata di bagian kulit wajah, leher dan di daerah lipatan siku. 


Hal ini umumnya dipicu berbagai faktor luar, seperti sinar matahari, polusi, salah perawatan, makanan yang tidak sehat, ruang berpendingin udara, dan asap rokok. Ada juga faktor internal, misalnya faktor obat-obatan, sakit yang berkepanjangan, dan kurangnya asupan gizi. ”Yang harus dipahami, penuaan kulit ini tidak bisa dihindari, tapi bisa dicegah,” sebutnya. 


Dia menuturkan, pada bayi, proses penuaan kulit ini tidak terlalu terlihat mencolok karena proses regenerasi kulit bayi masih tergolong cepat sehingga tidak terlampau bermasalah. Namun, semakin usia seseorang itu bertambah, regenerasi kulit juga mengalami perlambatan sehingga proses penuaan akan lebih terlihat jelas. 


Banyak orangtua, ungkap Ari, tidak menyadari ketika mereka memandikan dan membersihkan bayi, terutama dengan air hangat, banyak bahan perlindungan alamiah di tubuhnya yang terbuang.

 

”Bayi juga bisa terpapar polusi dan masalah lain yang menyebabkan kulit mereka menjadi kering,” ujarnya. 


Ari mengemukakan, lama-kelamaan, jika tidak dilakukan tindakan apa pun, akan membuat kulit bayi menjadi makin mudah kering dan sensitif. Untuk itu, perlu ada solusi dengan penambahan bahan semacam pelembap atau moisturizer pada kulit bayi, untuk melindunginya dari kekeringan kulit dan sinar matahari. 


Gunakan lotion yang memang khusus diperuntukkan bagi bayi. Lotion untuk bayi biasanya kandungan konsentrasi pelembapnya tidak terlalu tinggi karena kebutuhan bayi terhadap pelembap memang tidak terlalu besar. Jangan gunakan lotion untuk orang dewasa, karena itu hanya untuk anak di atas dua tahun. 


”Apalagi, ada juga lotion untuk orang dewasa yang mengandung whitening yang belum dibutuhkan oleh bayi,” kata dia.

 

Dengan perlindungan ganda dari bahan alami dan dilapisi oleh perlindungan artifisial dari lotion khusus, maka kulit bayi akan lebih terawat dan lebih halus. Secara tak langsung, kulit sehat mereka akan terjaga sampai dewasa. 


Diketahui, dari berbagai jenis organ tubuh bayi, kulit adalah organ yang berukuran paling luas, bisa mencapai dua meter persegi dengan ketebalan 1 hingga 2 mm. Namun, kulit bayi saat berada di dalam kandungan, berbeda dengan kulitnya sekarang. Di dalam rahim, kulit janin selalu terjaga kelembapannya secara alami karena dia hidup di dalam kantong amnion (ketuban) berisi cairan amnion. 


Selain itu, kulit bayi juga selalu terlindungi oleh lapisan tipis dari lemak berwarna putih kekuningan (vernix caseosa). Sebenarnya, bagaimana kulit bayi terbentuk? Cikal bakal kulit sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam rahim, berbentuk embrio.


Published with Blogger-droid v2.0.4

No comments:

Post a Comment