Dunia Hakikatnya Cuma Ilusi Dan Obsesi Jiwa Manusia.
Nikmatnya Cuma Setitik Namun Angannya Berlebih.
Semisal Makanan Yang Sebelum Dimakan Baunya Membangkitkan selera, Namun Setelah di makan nikmatnya cuma sebatas Bibir dan Tenggorokan.
Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata:
“Tidaklah dunia ini seluruhnya dari awal hingga akhirnya kecuali ibarat seseorang yang tertidur sejenak, kemudian bermimpi melihat sesuatu yang disenanginya, kemudian terbangun.”
Nabi Shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, yang artinya : “Tidaklah aku di dunia ini melainkan seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon lalu beristirahat dan kemudian meninggalkannya.” (HR. At-Tirmidzi no. 3277)
Selama kita masih diberikan nafas, kita punya cita-cita tertentu untuk dicapai: harta benda, kedudukan, pasangan, dan anak-anak. Inilah di antara cita-cita yang umum bagi hampir semua orang. Segala rencana dan upaya dikerahkan untuk mencapai tujuan-tujuan ini. Padahal fakta yang tidak dapat disangkal adalah bahwa segala sesuatunya cenderung menua dan lenyap.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagum-kan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.
Dan di akhirat ada azab yang keras dan ampunan dari Alloh serta keridhaan-Nya.
Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al Hadid : 20)
Nikmatnya Cuma Setitik Namun Angannya Berlebih.
Semisal Makanan Yang Sebelum Dimakan Baunya Membangkitkan selera, Namun Setelah di makan nikmatnya cuma sebatas Bibir dan Tenggorokan.
Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata:
“Tidaklah dunia ini seluruhnya dari awal hingga akhirnya kecuali ibarat seseorang yang tertidur sejenak, kemudian bermimpi melihat sesuatu yang disenanginya, kemudian terbangun.”
Nabi Shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, yang artinya : “Tidaklah aku di dunia ini melainkan seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon lalu beristirahat dan kemudian meninggalkannya.” (HR. At-Tirmidzi no. 3277)
Selama kita masih diberikan nafas, kita punya cita-cita tertentu untuk dicapai: harta benda, kedudukan, pasangan, dan anak-anak. Inilah di antara cita-cita yang umum bagi hampir semua orang. Segala rencana dan upaya dikerahkan untuk mencapai tujuan-tujuan ini. Padahal fakta yang tidak dapat disangkal adalah bahwa segala sesuatunya cenderung menua dan lenyap.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagum-kan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.
Dan di akhirat ada azab yang keras dan ampunan dari Alloh serta keridhaan-Nya.
Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al Hadid : 20)
No comments:
Post a Comment